BREAKINGNEWS

Kronologi Tragedi Katingan: Kabur dari Kepungan Massa, Tiga Polisi Tumbang di Arus Sungai Deras

Kronologi Tragedi Katingan: Kabur dari Kepungan Massa, Tiga Polisi Tumbang di Arus Sungai Deras
Kondisi terkini pasca terjadinya bentrokan berdarah

Katingan, MI– Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa bersenjata, tiga anggota polisi terpaksa berenang menyeberangi sungai berarus deras hingga kelelahan. Satu anggota ditemukan gugur, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang.

Peristiwa bermula ketika tim gabungan Satresnarkoba Polres Katingan yang terdiri atas 12 personel bergerak pada Rabu (1/7/2026) pukul 21.00 WIB untuk menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran sabu. Tim tiba di Desa Tumbang Kalemei sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (2/7/2026).

Operasi itu menyasar dua terduga pelaku, yakni residivis narkotika berinisial BIO dan rekannya BUSU. Polisi sempat berhasil mengamankan BIO. Namun situasi berubah mencekam ketika keluarga dan sejumlah orang di lokasi melakukan perlawanan.

Seorang pria menyerang petugas menggunakan parang dari arah dapur, disusul dua orang lainnya yang menyerang Kasatresnarkoba. Polisi telah melepaskan tembakan peringatan, tetapi serangan terus berlanjut sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Kematian Teriyo memicu amarah puluhan warga. Massa kemudian mengepung petugas dengan membawa parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Karena kalah jumlah, tim kepolisian memutuskan mundur sambil meminta bantuan tambahan.

Dalam situasi terdesak dan terus dikejar massa, sejumlah anggota polisi memilih menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri dan berlindung di sebuah pulau kecil. Namun upaya penyelamatan itu justru berubah menjadi tragedi.

Tiga anggota, yakni Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana, diduga kelelahan setelah berenang melawan derasnya arus sungai.

Aipda Yudhi kemudian ditemukan meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka bacok serius di bagian kepala dan tangan. Jenazahnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyidikan.

"Anggota yang meninggal dunia adalah Aipda Y. Sedangkan dua anggota lainnya, Aiptu S dan Bripda N, hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.

Untuk mempercepat pencarian, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sedikitnya 50 personel Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Umum. Tim gabungan menyisir aliran sungai yang diduga menjadi lokasi hilangnya dua anggota polisi, sekaligus mengamankan desa yang hingga kini masih dinilai rawan.

Selain operasi pencarian, kepolisian juga memburu para pelaku penyerangan terhadap aparat serta tersangka kasus narkotika yang identitasnya telah dikantongi penyidik.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kronologi Tragedi Katingan: Kabur dari Kepungan Massa, Tiga | Monitor Indonesia