BREAKINGNEWS

Perawat RSUD Bima Diduga Dianiaya Usai Pasien Meninggal Dalam Perjalanan Rujukan

Perawat RSUD Bima Diduga Dianiaya Usai Pasien Meninggal Dalam Perjalanan Rujukan
RSUD Bima

Bima, MI– Seorang perawat RSUD Bima berinisial AR diduga menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien setelah pasien yang dirujuk ke RSUP Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia dalam perjalanan. 

Insiden yang terjadi di atas kapal tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang simpati terhadap tenaga kesehatan.

Peristiwa itu pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Umi Quin yang mengabarkan bahwa pasien meninggal saat proses rujukan berlangsung. Dalam unggahan tersebut disebutkan, perawat yang mendampingi pasien justru menjadi sasaran kemarahan keluarga.

"Qadarullah pasien meninggal di kapal. Perawatnya dipukul dan diamuk oleh keluarga pasien," tulis akun tersebut.

Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan menuai reaksi dari warganet. Banyak yang mengingatkan bahwa tenaga kesehatan tidak dapat menentukan hidup dan mati seseorang, sehingga tindakan kekerasan terhadap perawat tidak dapat dibenarkan.

"Nyawa itu di tangan Tuhan, bukan di tangan nakes. Tolong lebih bijaksana menyikapi sebuah kehilangan," lanjut unggahan tersebut.

Direktur RSUD Bima, Ihsan, membenarkan adanya pasien rujukan yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUP NTB. Pasien tersebut diketahui bernama Alfa bin Munir.

Atas peristiwa itu, pihak rumah sakit menyampaikan duka cita kepada keluarga pasien sekaligus memastikan akan memberikan perhatian terhadap insiden yang menimpa tenaga medisnya.

"Atas nama manajemen RSUD Bima, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," ujar Ihsan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan tugas penyelamatan pasien, khususnya dalam situasi darurat dan rujukan medis. Di tengah upaya maksimal yang dilakukan petugas, kekerasan terhadap tenaga kesehatan dinilai tidak hanya melukai korban, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan.

Hingga kini, dugaan penganiayaan terhadap perawat tersebut masih menjadi perhatian publik, sementara berbagai pihak berharap persoalan ini dapat ditangani secara adil dan menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan harus mendapat perlindungan saat menjalankan tugas kemanusiaan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Perawat RSUD Bima Diduga Dianiaya Usai Pasien Meninggal dalam Perjalanan Rujukan | Monitor Indonesia