BREAKINGNEWS

Viral Disebut Perang Busur di Makassar, Polisi Tegaskan Hanya Permainan Anak-anak

Viral Disebut Perang Busur di Makassar, Polisi Tegaskan Hanya Permainan Anak-anak
Viral Disebut Perang Busur di Makassar, Polisi Tegaskan Hanya Permainan Anak-anak

Makassar, MI – Video yang memperlihatkan sejumlah anak saling kejar di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Tallo, Makassar, viral di media sosial setelah dinarasikan sebagai perang antarkelompok menggunakan busur panah. Namun, hasil penyelidikan polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.

Kapolsek Tallo AKP Asfada menegaskan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam itu bukan aksi tawuran maupun perang kelompok. Menurutnya, anak-anak tersebut hanya memainkan permainan tradisional menggunakan kertas dan alat pelontar sederhana yang dikenal warga sebagai pakatto.

"Itu cuma anak-anak yang sering main-main pakai kertas, jadi dia buat istilahnya pakatto. Cuma memang pakai pelontar juga," kata AKP Asfada, Minggu (12/7/2026).

Polisi menjelaskan, permainan tersebut sudah lama dilakukan anak-anak di kawasan itu, biasanya setelah mereka selesai bermain sepak bola. Karena direkam dari kejauhan dan diunggah ke media sosial, aktivitas tersebut kemudian disalahartikan sebagai aksi perang antarkelompok.

"Bukan perang kelompok. Jadi mereka nongkrong, ngumpul anak-anak SD. Kalau sore dia main bola, selesai main bola, cari kertas dia bikin model itu," jelasnya.

Meski memastikan tidak ada unsur tawuran ataupun penggunaan senjata tajam, polisi tetap mengamankan alat permainan yang digunakan anak-anak sebagai langkah antisipasi. Petugas juga telah menemui tokoh masyarakat dan warga setempat agar permainan tersebut tidak kembali dilakukan.

Asfada mengingatkan penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum menyimpulkan sebuah peristiwa hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.

"Kalau ada yang begini jangan dibuat viral terus seolah-olah terjadi perang kelompok atau penyerangan. Karena akan jadi bias di masyarakat yang menerima informasi, padahal kejadiannya tidak seperti itu," tegasnya.

Selain berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, polisi juga menilai permainan tersebut dikhawatirkan memberi contoh yang kurang baik bagi anak-anak apabila terus berkembang.

"Harusnya dijelaskan bahwa itu cuma permainan. Tapi saya sudah minta tolong ke warga untuk tidak melakukan hal serupa. Karena itu bisa jadi bibit-bibit yang bisa menjadi besar nanti," pungkas Asfada.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Viral Disebut Perang Busur di Makassar, Polisi Tegaskan Hanya Permainan Anak-anak | Monitor Indonesia