BREAKINGNEWS

Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Nasional, Lebih dari 28 Ribu Hektare Lahan Hangus

Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Nasional, Lebih dari 28 Ribu Hektare Lahan Hangus
Abut asap di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Pontianak, MI– Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Indonesia sepanjang 2026. Hingga pertengahan Juli, luas lahan yang terbakar telah mencapai 28.216,31 hektare, jauh melampaui provinsi-provinsi lain dan menegaskan Kalbar sebagai daerah paling terdampak karhutla tahun ini.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan, luas areal terbakar di Kalimantan Barat hampir dua kali lipat dibandingkan Riau yang berada di posisi kedua dengan 15.318,03 hektare.

Di tingkat regional Kalimantan, selisihnya bahkan sangat mencolok. Kalimantan Tengah mencatat 2.915,11 hektare, Kalimantan Timur 1.276,29 hektare, Kalimantan Utara 196,59 hektare, sedangkan Kalimantan Selatan hanya 107,39 hektare.

Secara nasional, tren karhutla sepanjang 2026 juga menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran meningkat sekitar 35.071,49 hektare atau 94 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Jika dibandingkan 2023, kenaikannya mencapai 55.890,10 hektare atau 335 persen, sementara dibandingkan 2025 melonjak hingga 68.701,54 hektare atau 1.779 persen.

Data tersebut menunjukkan kebakaran tidak hanya meningkat dari sisi jumlah kejadian, tetapi juga dari luas wilayah yang terdampak.

Sebanyak 55 persen kebakaran terjadi di kawasan hutan, sedangkan 45 persen lainnya berada di Areal Penggunaan Lain (APL) atau kawasan nonhutan.

Tingginya angka karhutla di Kalimantan Barat dipengaruhi kombinasi kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan dampak fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca lebih kering sejak awal tahun. Kondisi tersebut membuat api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan ketika titik kebakaran muncul.

Kabut asap akibat karhutla pun kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga potensi gangguan aktivitas ekonomi dan transportasi apabila kebakaran terus meluas.

Pemerintah bersama aparat penanggulangan bencana terus melakukan pemadaman darat maupun udara di sejumlah titik api, sembari memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas selama puncak musim kemarau berlangsung.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Nasional, Lebih dari 28 Ribu Hektare Lahan Hangus | Monitor Indonesia