BREAKINGNEWS

ASN BPN Tewas Usai Lompat dari Apartemen, Berawal dari Pesan Open BO dan Diperas Rp4,5 Juta

ASN BPN Tewas Usai Lompat dari Apartemen, Berawal dari Pesan Open BO dan Diperas Rp4,5 Juta
Mayata ilustrasi

Medan, MI – Polisi mengungkap kronologi lengkap tewasnya seorang aparatur sipil negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias berinisial AL (27) yang melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan. 

Peristiwa tragis itu diduga dipicu aksi pemerasan yang dilakukan dua perempuan setelah korban memesan layanan prostitusi melalui aplikasi MiChat.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis menjelaskan, korban datang dari Kabupaten Nias ke Kota Medan untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN. Korban kemudian menginap di Apartemen Skyview pada Kamis (9/7/2026).

Pada dini hari berikutnya, setelah selesai berbincang melalui telepon dengan kekasihnya, korban membuka aplikasi MiChat untuk mencari perempuan yang menawarkan jasa prostitusi.

"Sekitar pukul 03.30 WIB korban menghubungi salah satu perempuan melalui MiChat dan meminta datang ke apartemen," kata Adrian dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

Perempuan berinisial FR (31) kemudian datang ke apartemen bersama rekannya, JS (29). Keduanya dijemput korban di lobi sebelum menuju kamar di lantai 12.

Setibanya di kamar, korban membatalkan transaksi dengan FR karena perempuan yang datang berbeda dengan foto yang ditampilkan di aplikasi. Korban kemudian memilih menggunakan jasa JS dengan tarif Rp850 ribu, sementara FR meminta uang pembatalan sebesar Rp400 ribu.

Setelah pembayaran dilakukan, korban dan JS berhubungan badan. Namun seusai transaksi, korban meminta layanan tambahan tanpa lebih dulu menyepakati tarif.

Kesempatan itu diduga dimanfaatkan kedua pelaku untuk melakukan pemerasan. Polisi menyebut FR kembali masuk ke kamar dan bersama JS meminta korban membayar tambahan sebesar Rp4,5 juta.

"Mereka meminta uang tambahan Rp4,5 juta untuk layanan tambahan. Nilainya jauh lebih besar dibanding tarif awal yang disepakati," ujar Adrian.

Korban menolak memenuhi permintaan tersebut. Namun kedua pelaku terus mendesak, bahkan memaksa korban memperlihatkan saldo rekening di telepon genggamnya.

Menurut polisi, tekanan yang dialami korban terjadi di dalam kamar yang memiliki balkon dengan jarak hanya sekitar satu meter dari pintu. Dalam situasi itulah korban akhirnya melompat dari lantai 12 apartemen.

Penyelidikan polisi kemudian mengarah pada dugaan tindak pidana pemerasan. FR dan JS telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memanfaatkan transaksi prostitusi untuk menekan korban agar menyerahkan uang dalam jumlah besar.

Polisi juga mengungkap bahwa FR diduga bukan kali pertama melakukan modus serupa. Berdasarkan hasil penyelidikan, perempuan tersebut disebut berulang kali memeras pelanggan setelah menawarkan jasa melalui aplikasi MiChat.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan pelaku yang menggunakan modus pemerasan berkedok layanan prostitusi daring.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

ASN BPN Tewas Usai Lompat dari Apartemen, Berawal dari Pesan Open BO dan Diperas Rp4,5 Juta | Monitor Indonesia