BREAKINGNEWS

'Safe House' Bupati Etik di Wonogiri, Brankas Berisi Rupiah hingga Valuta Asing Hasil Setoran OPD

'Safe House' Bupati Etik di Wonogiri, Brankas Berisi Rupiah hingga Valuta Asing Hasil Setoran OPD
Rumah yang menjadi 'Safe House' Bupati Etik di Wonogiri.

Wonogiri, MI– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan mengejutkan dalam pengusutan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani. Sebuah rumah di Kabupaten Wonogiri yang diduga dijadikan safe house berhasil dibongkar penyidik. 

Di dalamnya, KPK menemukan sebuah brankas besar yang berisi uang tunai dalam berbagai mata uang, mulai dari rupiah hingga valuta asing.

Rumah yang berada di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, itu diduga menjadi lokasi penyimpanan uang hasil upah pungut dan setoran rutin dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut merupakan milik keluarga suami Etik, Wardoyo Wijaya, mantan Bupati Sukoharjo.

Penggeledahan dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 9 Juli 2026. Dua hari kemudian, Etik Suryani bersama Kepala BPKAD Sukoharjo Richard Tri Handoko dan Kepala Bagian Umum Setda Sukoharjo Tri Mulyo resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terhadap OPD.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan sebuah brankas berukuran besar setinggi dada orang dewasa. Setelah berhasil dibuka, brankas tersebut diketahui memiliki empat laci yang seluruhnya dipenuhi uang tunai.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan brankas tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan uang hasil pungutan yang dikumpulkan secara rutin.

"Ini adalah brankas milik bupati yang berlokasi di daerah Wonogiri. Brankas ini digunakan oleh bupati untuk menampung dan menyimpan uang, baik pungutan dari upah pungut maupun setoran rutin dari OPD," ungkap Budi.

Tak hanya uang rupiah, penyidik juga menemukan berbagai mata uang asing di dalam brankas tersebut. Di antaranya dolar Amerika Serikat, dolar Australia, yen Jepang, ringgit Malaysia, hingga baht Thailand.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa rumah di Wonogiri bukan sekadar tempat tinggal keluarga, melainkan lokasi khusus yang digunakan untuk menyimpan aset hasil dugaan praktik pemerasan.

Dari luar, bangunan tersebut nyaris tak menunjukkan kesan sebagai lokasi penyimpanan barang bernilai miliaran rupiah. Rumah bergaya limasan khas Jawa itu tampak sederhana dengan dominasi cat abu-abu, kusen pintu dan jendela berwarna hijau, serta pagar besi berpilar kuning.

Di halaman rumah berdiri sebuah mushala dengan warna senada. Saat didatangi, suasana rumah terlihat lengang tanpa penjagaan khusus. Seluruh pintu dan jendela bagian depan tertutup rapat, sementara sebuah pintu kecil di sisi bangunan tampak terbuka.

Sebuah sepeda motor berwarna putih terlihat terparkir di teras rumah. Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan bahwa rumah tersebut merupakan milik keluarga Etik Suryani.

KPK Terus Telusuri Aliran Dana

Kasus yang menjerat Etik Suryani menjadi salah satu perkara dugaan korupsi yang menyita perhatian publik karena mengungkap dugaan praktik setoran rutin dari OPD kepada kepala daerah.

Penyidik KPK kini masih menelusuri asal-usul seluruh uang yang ditemukan dalam penggeledahan, termasuk kemungkinan adanya aset lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Pengusutan juga diarahkan untuk memetakan aliran dana, pihak-pihak yang terlibat dalam mekanisme setoran, serta kemungkinan adanya penerima manfaat lain di balik dugaan praktik pemerasan tersebut.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

'Safe House' Bupati Etik di Wonogiri, Brankas Berisi Rupiah hingga Valuta Asing Hasil Setoran OPD | Monitor Indonesia