Pohara, MI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PHARMATIK Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi sekaligus penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama masyarakat Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan TOGA Dusun III, tepat di samping rumah Kepala Desa Pohara, menjadi salah satu program unggulan KKN Tematik PHARMATIK UHO dalam mendukung implementasi Program Desa Go Green (DGB). Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan lahan desa menjadi kawasan hijau yang produktif, bernilai ekonomi, sekaligus bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya mengajak masyarakat melakukan penghijauan, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang pentingnya Tanaman Obat Keluarga sebagai alternatif menjaga kesehatan secara mandiri. Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun herbal diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Sebelum penanaman dilakukan, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai konsep TOGA, manfaat berbagai tanaman herbal, teknik budidaya, hingga cara perawatan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Masyarakat juga diajak berdiskusi mengenai pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional yang aman, mudah diperoleh, serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Prof. Sahidin bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Universitas Halu Oleo, Kepala Desa Pohara beserta perangkat desa, serta masyarakat dari berbagai dusun yang turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Usai sosialisasi, seluruh peserta melaksanakan penanaman TOGA secara gotong royong. Sedikitnya 10 jenis tanaman herbal ditanam, yakni lidah buaya (Aloe vera), kelor (Moringa oleifera), lengkuas (Alpinia galanga), jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), serai (Cymbopogon citratus), pandan (Pandanus amaryllifolius), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), temulawak putih (Curcuma zedoaria), serta sambiloto (Andrographis paniculata).
Pemilihan tanaman tersebut didasarkan pada manfaatnya yang telah dikenal luas sebagai tanaman herbal untuk membantu menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai keluhan ringan. Selain mudah dibudidayakan, tanaman-tanaman tersebut juga memiliki potensi ekonomi apabila dikembangkan menjadi produk herbal lokal yang bernilai tambah.
Kepala Desa Pohara, Nikran Saranani, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kegiatannya sangat bagus dan bermanfaat. Nanti kalau ada masyarakat yang membutuhkan obat herbal alami bisa memanfaatkannya langsung. Kami berharap kebun TOGA ini dapat dirawat bersama sehingga terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik Desa Pohara, Yusril Haikal, mengaku bersyukur program kerja tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan seluruh pihak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dari Dusun I, Dusun II, dan Dusun III atas antusiasme dan partisipasinya. Harapan kami, kebun TOGA ini menjadi sumber tanaman obat herbal yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan secara alami," katanya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, semangat gotong royong dan kebersamaan tampak mewarnai proses penanaman. Antusiasme warga menunjukkan tingginya kepedulian terhadap upaya menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, sekaligus melestarikan pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari warisan pengobatan tradisional.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik PHARMATIK Universitas Halu Oleo berharap kebun TOGA yang telah dibangun dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga menjadi sumber tanaman obat keluarga yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi contoh pengembangan TOGA berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Kolaborasi antara Universitas Halu Oleo, Prof. Sahidin bersama Dosen Pendamping Lapangan, Pemerintah Desa Pohara, dan masyarakat menjadi bukti nyata sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. Sejalan dengan semangat Program Desa Go Green, inisiatif ini diharapkan mampu mewujudkan Desa Pohara yang semakin hijau, sehat, mandiri, dan sejahtera.
(La Dini)
