BREAKINGNEWS

Setahun Belajar di Musala, 8 Siswa SD di Parepare Belum Punya NISN dan Terancam Tak Bisa Ikut Ujian

Setahun Belajar di Musala, 8 Siswa SD di Parepare Belum Punya NISN dan Terancam Tak Bisa Ikut Ujian
Setahun Belajar di Musala, 8 Siswa SD di Parepare Belum Punya NISN dan Terancam Tak Bisa Ikut Ujian

Parepare, MI– Nasib delapan siswa SDN 85 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, masih menggantung. Setelah belajar di ruang musala selama hampir satu tahun, mereka hingga kini belum memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) karena tidak terdaftar dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

Kondisi tersebut membuat mereka terancam tidak bisa mengikuti ujian dan tidak memperoleh hak atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala SDN 85 Parepare, Bastian, menjelaskan persoalan bermula saat kuota penerimaan peserta didik baru telah penuh. Namun, sejumlah orang tua tetap mendesak agar anak-anak mereka diterima di sekolah tersebut.

"Kuota penerimaan sebenarnya sudah penuh dan sudah diumumkan. Tetapi orang tua tetap bersikeras agar anaknya diterima," kata Bastian, Rabu (22/7/2026).

Desakan itu bahkan sempat dibawa ke DPRD dan Dinas Pendidikan Kota Parepare. Atas arahan dinas, pihak sekolah akhirnya menerima para siswa sambil menunggu proses pengusulan legalitas data ke Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP).

Namun hingga kini proses tersebut belum membuahkan hasil. Akibatnya, delapan siswa yang tersisa masih belum memiliki NISN dan status administrasi mereka belum diakui dalam sistem pendidikan nasional.

Awalnya terdapat 11 siswa yang mengalami kondisi serupa. Namun, tiga di antaranya memutuskan pindah ke sekolah lain demi memperoleh NISN dan kepastian status pendidikan.

"Sekarang tinggal delapan siswa. Tiga lainnya memilih pindah sekolah agar bisa mendapatkan NISN," ujar Bastian.

Pihak sekolah mengakui persoalan ini berpotensi berdampak serius terhadap masa depan para siswa. Tanpa terdaftar di Dapodik, mereka tidak hanya kehilangan hak atas pendanaan BOS, tetapi juga berisiko tidak dapat mengikuti ujian maupun memperoleh administrasi pendidikan secara resmi.

Di sisi lain, para orang tua mulai kehilangan kesabaran karena selama setahun hanya menerima janji tanpa kepastian. Salah seorang wali murid, Nurhayati, mengaku anak-anak mereka masih belajar di ruang musala sejak tahun ajaran lalu tanpa kejelasan mengenai status mereka.

"Kami hanya meminta kepastian. Sudah hampir satu tahun anak-anak belajar di musala, tetapi sampai sekarang belum ada solusi," ujarnya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Setahun Belajar di Musala, 8 Siswa SD di Parepare Belum Punya NISN dan Terancam Tak Bisa Ikut Ujian | Monitor Indonesia