Batam, MI– Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, menghentikan operasionalnya setelah mengalami kesulitan modal. Koperasi yang sempat menjalankan usaha penyediaan sembako dan distribusi gas itu tidak mampu melanjutkan kegiatan karena belum memperoleh dukungan pembiayaan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan sejak awal pemerintah telah memfasilitasi koperasi tersebut menjalin kemitraan usaha meski gerai fisiknya belum selesai dibangun.
Menurutnya, operasional koperasi pada tahap awal hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota karena belum ada bantuan modal dari pemerintah maupun lembaga pembiayaan.
"Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi. Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas," ujar Salim, Rabu (22/7/2026).
Salim menjelaskan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih dalam proses. Sementara pembangunan gerai koperasi saat ini sedang dikerjakan oleh Agrinas sehingga dukungan infrastruktur dan pendanaan belum sepenuhnya tersedia.
"Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," katanya.
Ia menilai keterbatasan modal menjadi penyebab utama koperasi tidak mampu mempertahankan usahanya. Selain itu, kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi juga masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat melalui pendampingan.
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri. Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan," jelas Salim.
Meski satu koperasi telah menghentikan operasional, Pemerintah Kota Batam memastikan pembentukan 64 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan telah rampung.
Pemerintah berharap program pembiayaan dari Himbara segera terealisasi agar koperasi-koperasi tersebut memiliki modal yang cukup untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan dan tidak mengalami nasib serupa dengan Kopdes Pulau Buluh.**
