Tanggamus, MI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menjadi sorotan setelah delapan siswa mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare usai menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Polisi kini menyelidiki penyebab kejadian tersebut dan masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menyimpulkan sumber keluhan para siswa.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/7/2026). Begitu menerima laporan, aparat kepolisian langsung mendatangi sekolah, berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Talangpadang, serta mengawal pengambilan sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung untuk diperiksa secara laboratoris.
Kapolsek Talang Padang, Iptu Harunur Rasyid, menegaskan penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, delapan siswa mengalami mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan sebagian mengalami diare. Saat ini penyebabnya masih menunggu hasil laboratorium," ujar Iptu Harunur Rasyid.
MBG diketahui tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum dibagikan kepada sekitar 830 siswa dan para guru, seorang guru terlebih dahulu mencicipi makanan sebagai bagian dari prosedur pengawasan. Setelah sekitar 15 menit tanpa keluhan, makanan kemudian dibagikan kepada seluruh penerima.
Namun sekitar pukul 12.00 WIB, delapan siswa mulai mengeluhkan mual, muntah, sakit kepala, pusing, hingga diare. Mereka langsung dibawa ke UPT Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari delapan siswa yang dirawat, lima orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani observasi oleh tenaga medis.
Hasil pemeriksaan awal juga menemukan fakta bahwa tidak semua siswa yang mengalami keluhan hanya mengonsumsi menu MBG. Berdasarkan anamnesis petugas kesehatan, lima dari delapan siswa mengaku sempat membeli dan menyantap sate usus yang dijual di kantin sekolah sebelum mengalami gejala.
Sementara itu, pihak SPPG Sinar Betung memastikan seluruh bahan baku makanan diterima dalam kondisi baik dan diolah sesuai standar operasional. Menu MBG yang disajikan hari itu terdiri dari nasi putih, ayam saus mentega, tahu goreng, oseng buncis dan jagung, serta buah jeruk.
Kapolsek Harunur mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil laboratorium keluar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi. Penyebab pasti kejadian ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari instansi yang berwenang," tegasnya.
Senada dengan itu, dokter UPT Puskesmas Talangpadang, Asha Dwi Apsari, mengatakan sampel makanan MBG dan sampel muntahan siswa telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar satu pekan.
"Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar sekitar satu minggu. Dari hasil itulah nantinya dapat diketahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa," ujar Asha.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga hasil laboratorium diterima guna memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan menu MBG atau dipengaruhi faktor lain.**
