Ternate, MI - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya N. Bakrie, resmi melantik Muksin Thalib sebagai Ketua Umum KADIN Malut periode 2026 - 2031 yang menggantikan Adam Marsaoly yang berlangsung di Bela Hotel, Ternate, Sabtu (26/7/2026).
Pelantikan itu sekaligus menjadi panggung konsolidasi dunia usaha untuk mendorong investasi agar berdampak langsung pada pengusaha lokal dan UMKM.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus KADIN Indonesia Nomor SKEP/032/DP/VII/2026. Selain Muksin Thalib sebagai Ketua Umum, Said Banyo dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Malut beserta jajaran pengurus lainnya.

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasehat, sementara Adam Marsaoly menjabat Ketua Dewan Pertimbangan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie memberikan apresiasi kepada Gubernur Sherly Tjoanda yang dinilainya memiliki visi ekonomi yang jelas serta aktif membuka ruang bagi dunia usaha.
"Maluku Utara beruntung memiliki gubernur yang berpikir layaknya CEO. Kepemimpinan seperti ini menjadi modal besar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Anindya.
Sementara itu, Gubernur Sherly menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan KADIN agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi benar-benar dinikmati masyarakat.
Sherly mengungkapkan, Maluku Utara saat ini menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat. Namun, menurutnya, besarnya investasi tersebut belum sepenuhnya memberi dampak bagi pelaku usaha lokal.
"Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I 2026 mencapai 19,6 persen, jauh di atas rata-rata nasional 5,6 persen. Tetapi pertumbuhan itu harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan masyarakat, naik kelasnya UMKM, serta meningkatnya kapasitas pengusaha lokal," tegasnya.
Ia menilai tantangan utama saat ini adalah membangun rantai pasok lokal agar mampu memenuhi kebutuhan kawasan industri yang terus berkembang, khususnya di Kabupaten Halmahera Tengah.
Sherly mengungkapkan, sekitar 95 persen kebutuhan ritel di wilayah industri masih dipasok dari luar Maluku Utara. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang investasi yang harus dimanfaatkan pelaku usaha daerah.
"Pasokan telur, daging ayam, sayur-mayur, logistik hingga distribusi antar-pulau masih terbuka sangat lebar. Ini peluang emas bagi anggota KADIN untuk menguasai pasar lokal," ujarnya.
Ia juga meminta KADIN Maluku Utara lebih fokus pada program yang menghasilkan dampak nyata, seperti akses permodalan, peningkatan kapasitas wirausaha, dan pendampingan UMKM.
"Kurangi kegiatan seremonial. Fokus pada hasil. Kalau anggota KADIN naik kelas dan memperoleh keuntungan, maka ekonomi daerah akan tumbuh dan masyarakat ikut sejahtera," katanya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri KADIN Indonesia, James Riady, juga menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Maluku Utara, khususnya pada sektor perumahan rakyat, kesehatan, dan pendidikan.
Ketua Umum KADIN Malut, Muksin Thalib, menegaskan organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
"KADIN Maluku Utara siap menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah, memperkuat sinergi pelaku usaha, serta mendukung seluruh program strategis pemerintah menuju Maluku Utara yang bangkit dan sejahtera," tegas Muksin.
Pelantikan ditutup dengan komitmen bersama antara KADIN Indonesia, KADIN Maluku Utara, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempercepat realisasi investasi lintas sektor, memperkuat jaringan UMKM, serta memperluas program kepedulian di bidang pendidikan.
