Kapuas Hulu, MI– Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendorong pemerintah segera merevitalisasi Rumah Betang Semangkok, salah satu cagar budaya bersejarah di Desa Ariung Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Menurutnya, pelestarian rumah betang tidak hanya penting untuk menjaga identitas budaya masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi peluang besar mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya di kawasan Sungai Mendalam.
Usulan tersebut disampaikan Lasarus saat meninjau langsung kondisi Rumah Betang Semangkok dalam agenda reses di Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (27/7/2026).
Lasarus menilai Rumah Betang Semangkok merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga tidak boleh dibiarkan mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan yang telah melampaui satu abad.
"Rumah Betang Semangkok merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Revitalisasi menjadi langkah penting agar bangunan bersejarah ini tetap lestari sekaligus mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat," ujar Lasarus.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada jalan dan jembatan, tetapi juga harus menyentuh pelestarian situs budaya yang menjadi identitas daerah.
Menurutnya, jika ditata dengan baik, Rumah Betang Semangkok berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Kapuas Hulu yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rumah Betang Semangkok merupakan salah satu rumah panjang tradisional suku Dayak yang memiliki nilai historis tinggi. Bangunan tersebut mulai didirikan pada 1914 dan baru diresmikan secara adat pada 1928, menjadikannya salah satu rumah betang tertua yang masih bertahan di Kalimantan Barat.
Rumah betang ini memiliki panjang sekitar 60 meter dengan 16 bilik yang tersusun memanjang dan menghadap langsung ke Sungai Mendalam, jalur transportasi utama masyarakat pada masa lalu. Hingga kini, bangunan tersebut masih dihuni puluhan keluarga yang mempertahankan tradisi hidup komunal khas masyarakat Dayak.
Secara historis, rumah betang bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial, musyawarah adat, pelaksanaan upacara tradisional, hingga simbol persatuan berbagai keluarga dalam satu komunitas. Filosofi rumah betang mencerminkan nilai gotong royong, toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Keberadaan Rumah Betang Semangkok juga menjadi bukti perjalanan panjang peradaban masyarakat Dayak di wilayah pedalaman Kapuas Hulu. Karena itu, upaya revitalisasi dinilai penting agar bangunan bersejarah tersebut tetap terjaga keasliannya tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
Lasarus berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dapat segera diwujudkan sehingga Rumah Betang Semangkok tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya dan destinasi wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.**
