Lombok Barat, MI– Aktivitas belajar mengajar di MTs Nujumul Huda, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, terpaksa dilakukan dalam kondisi darurat setelah empat ruang kelas sekolah tersebut ludes dilalap api. Sejak Selasa (28/7/2026), puluhan siswa harus mengikuti pelajaran di tenda bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sebanyak 32 siswa laki-laki kelas IX kini belajar di tenda darurat, sementara siswa kelas VII dan VIII menjalani proses pembelajaran di ruang terbuka karena ruang kelas yang biasa digunakan masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Kepala MTs Nujumul Huda, Lalu Muhammad Taufik, mengatakan pihak sekolah berupaya memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat.
"Alhamdulillah ada kelas darurat untuk sementara siswa belajar," ujar Taufik.
Empat ruang kelas tersebut terbakar pada Jumat (24/7/2026). Hingga kini, pihak sekolah belum dapat memastikan kapan proses belajar akan kembali normal karena pembangunan ruang kelas baru masih terkendala pendanaan.
Menurut Taufik, status MTs Nujumul Huda sebagai sekolah swasta membuat perbaikan gedung tidak bisa langsung dibiayai melalui anggaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
"Ini kan swasta, tidak ada anggarannya di pemkab, tetapi kalau dari Badan Zakat Nasional (Baznas) siap membantu maksimal Rp25 juta," katanya.
Bantuan dari Baznas dinilai belum cukup untuk membangun kembali empat ruang kelas yang terbakar. Karena itu, sekolah berharap ada dukungan dari pemerintah maupun berbagai pihak agar proses rehabilitasi dapat segera dilakukan sehingga ratusan siswa tidak terlalu lama belajar dalam kondisi darurat.**
