Palangka Raya, MI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan seluruh kekuatan darat dan udara.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung ke lokasi kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau bersama Kapolda Kalteng dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) untuk memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal.
Dalam peninjauan tersebut, Agustiar tidak hanya memantau kerja tim gabungan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses penanganan kebakaran yang mulai menunjukkan perkembangan positif.
Agustiar menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran lahan, tetapi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat akibat potensi kabut asap yang dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Pokoknya gerak cepat, harus gerak cepat. Tidak boleh ada tunggu-tungguan. Semua stakeholder harus siap, kita sama-sama menjaga rakyat Kalimantan Tengah dari berbagai dampak karhutla," tegas Agustiar Sabran.
Pemprov Kalteng kini mengerahkan operasi terpadu melalui patroli udara, pemadaman darat, water bombing, patroli rutin hingga sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Agustiar menegaskan, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.
"Kami terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat agar penanganan karhutla berjalan efektif dan terintegrasi," ujarnya.
Berdasarkan hasil patroli udara, titik api yang masih membutuhkan penanganan intensif berada di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Di kawasan tersebut tercatat sekitar 9 hektare lahan terbakar, sementara sekitar 15 hektare lainnya masih mengeluarkan asap tebal.
Untuk mempercepat pemadaman, Satgas Karhutla mengerahkan helikopter AS332C1 PK-DAN yang telah melakukan 72 kali water bombing di wilayah Jabiren. Selain itu, helikopter EH-60A ZK-HKU juga diterjunkan dan telah menjatuhkan air sebanyak 82 kali di kawasan Tumbang Nusa.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah sekaligus Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla, Ahmad Toyib, memastikan seluruh personel terus disiagakan menghadapi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau.
"Seluruh personel, baik Satgas Udara, Satgas Darat maupun tim pendukung operasi, kami kerahkan secara optimal sesuai tugas dan fungsinya. Fokus kami memastikan setiap titik api dapat segera terdeteksi dan ditangani secepat mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," kata Ahmad Toyib.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna mencegah meluasnya karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.**
