BREAKINGNEWS

Dorong UMKM Naik Kelas dan Kurangi Ketergantungan Impor, Ijek Resmikan Rumah Olahan Kedelai

Dorong UMKM Naik Kelas dan Kurangi Ketergantungan Impor, Ijek Resmikan Rumah Olahan Kedelai
Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah bersama para warga.

Binjai, MI– Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijek meresmikan Rumah Olahan Kedelai Indonesia (ROKI) di Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat, Jumat (31/7/2026). 

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan industri olahan kedelai sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM tahu dan tempe di Sumatera Utara.

Peresmian ROKI menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor usaha mikro berbasis pangan melalui kolaborasi antara MES Sumut, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, dan para pelaku usaha lokal. Selain menyediakan pendampingan, program ini juga dilengkapi dukungan sarana produksi guna meningkatkan kualitas hasil olahan kedelai.

Musa Rajekshah menilai kawasan Suka Ramai memiliki potensi besar sebagai sentra produksi tahu di Sumatera Utara yang perlu terus didorong agar mampu berkembang menjadi industri yang lebih modern dan berdaya saing.

"Kami dari MES hadir untuk mendukung program pemerintah melalui pemberdayaan UMKM. Rumah Olahan Kedelai ini menjadi salah satu upaya agar pelaku usaha semakin berkembang dengan dukungan pendampingan dan peralatan yang memadai," ujar Musa.

Ijek

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan di tengah persaingan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM harus menghindari penggunaan bahan berbahaya seperti formalin agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Musa turut mengapresiasi peran Bank Indonesia yang selama ini aktif membina UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas hingga mendorong produk lokal mampu menembus pasar ekspor.

"Bank Indonesia selama ini sangat serius mendampingi UMKM, mulai dari pembinaan hingga pelaku usaha benar-benar mandiri. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus diperkuat agar ekonomi masyarakat semakin meningkat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Musa juga menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. 

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius mengingat kedelai merupakan bahan baku utama berbagai produk pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Ia berharap program ketahanan pangan nasional mampu meningkatkan produksi kedelai dalam negeri sehingga Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.

"Kita berharap ke depan kedelai tidak lagi bergantung pada impor. Indonesia memiliki lahan yang subur dan harus mampu mewujudkan kemandirian pangan, termasuk untuk kebutuhan bahan baku tahu dan tempe," tegasnya.

Selain penguatan produksi, Musa juga mengajak masyarakat dan organisasi kemasyarakatan memperkuat koperasi sebagai fondasi pemberdayaan UMKM. Menurutnya, koperasi yang sehat akan memperluas akses permodalan, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Dorong UMKM Naik Kelas dan Kurangi Ketergantungan Impor, Ijek Resmikan Rumah Olahan Kedelai | Monitor Indonesia