Kolaka, MI – Seorang ibu muda bernama Kartini (19), warga Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk menjalani pengobatan setelah didiagnosis menderita tumor ganas.
Kondisinya mengharuskan ia dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan, guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kondisi Kartini terungkap setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan observasi lapangan di Kelurahan Kolakaasi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa Kartini membutuhkan penanganan medis segera karena fasilitas kesehatan di daerah belum memadai untuk menangani penyakit yang dideritanya.
Koordinator Mahasiswa KKN UHO Kelurahan Kolakaasi mengatakan, kondisi Kartini menjadi perhatian setelah tim melakukan pendataan langsung dan berkoordinasi dengan keluarga serta pihak terkait.
"Saat melakukan observasi, kami melihat langsung kondisi Ibu Kartini. Setelah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak terkait, kami mengetahui bahwa beliau harus menjalani pengobatan lanjutan di Makassar. Kami berharap ada kepedulian dari berbagai pihak agar proses pengobatan dapat segera terlaksana," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Kartini juga harus merawat seorang anak yang masih berusia satu tahun. Sebagai ibu tunggal, ia hanya ditemani dan dibantu oleh sang ibu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat mereka kesulitan membiayai pengobatan, termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan hidup selama menjalani perawatan di Makassar.
Dengan suara lirih, Kartini mengaku hanya memiliki satu harapan, yakni dapat segera sembuh agar tetap bisa mendampingi dan membesarkan buah hatinya.
"Saya hanya ingin sembuh supaya bisa terus merawat anak saya. Semoga ada jalan dan bantuan dari orang-orang yang peduli agar saya bisa segera berobat ke Makassar," tutur Kartini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Kartini membutuhkan tindakan lanjutan sesegera mungkin agar penyakit yang dideritanya tidak semakin berkembang. Namun hingga kini, keterbatasan biaya masih menjadi kendala utama sehingga proses rujukan ke rumah sakit di Makassar belum dapat dilaksanakan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UHO bersama pemerintah setempat dan sejumlah pihak mulai berupaya mengoordinasikan bantuan agar Kartini dapat segera memperoleh pengobatan yang dibutuhkan.
Bantuan dan kepedulian diharapkan datang dari Pemerintah Kabupaten Kolaka, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan, dunia usaha, maupun masyarakat luas agar beban yang dihadapi Kartini dan keluarganya dapat sedikit meringankan.
Salah seorang mahasiswa KKN UHO mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu perjuangan Kartini melawan penyakit yang dideritanya.
"Kami mengajak pemerintah, para dermawan, komunitas sosial, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu Ibu Kartini. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi kelangsungan pengobatan dan harapan kesembuhannya," katanya.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan dapat membuka jalan bagi Kartini untuk segera menjalani pengobatan di Makassar.
Bantuan yang diberikan bukan hanya menjadi harapan bagi kesembuhannya, tetapi juga menjadi harapan bagi masa depan anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. (La Dini)
