BREAKINGNEWS

Demo Berujung Buka Paksa Portal, Jalur Bendungan Lahor Kembali Dilewati Mobil

Demo Berujung Buka Paksa Portal, Jalur Bendungan Lahor Kembali Dilewati Mobil
Demo Berujung Buka Paksa Portal, Jalur Bendungan Lahor Kembali Dilewati Mobil

Blitar, MI – Kebijakan Perum Jasa Tirta (PJT) I menutup akses kendaraan roda empat di Jalan Bendungan Lahor, penghubung Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, hanya bertahan sekitar empat jam. Ratusan warga yang menggelar aksi unjuk rasa akhirnya membuka paksa portal pembatas sehingga arus kendaraan kembali normal pada Sabtu (1/8/2026).

Aksi yang berlangsung di depan Kantor PJT I Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, diikuti ratusan warga dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Mereka menolak pembatasan akses Bendungan Lahor dan menuntut jalan tetap dibuka untuk kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa dipungut biaya.

Semula demonstrasi berlangsung damai dengan penyampaian orasi. Namun suasana memanas setelah massa mengaku tidak kunjung mendapatkan kepastian dari pihak PJT I. Sejumlah peserta aksi membakar ban di depan kantor PJT I sebagai bentuk protes.

"Kami ingin Bendungan Lahor ini dibuka untuk masyarakat dan gratis," seru salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Perwakilan massa sempat melakukan dialog dengan pimpinan PJT I Karangkates. Namun pertemuan itu berlangsung alot dan diwarnai adu argumentasi tanpa menghasilkan kesepakatan.

Korlap aksi Hadi Wiyono menegaskan masyarakat hanya menginginkan akses vital penghubung Blitar-Malang tetap dibuka tanpa pembatasan.

"Tadi kita disuruh nunggu 15 menit, setelah itu diceramahi, kita tidak butuh ceramah, kita butuh jalan," tegas Hadi Wiyono.

Merasa tuntutannya tidak direspons, massa kemudian bergerak menuju portal pembatas kendaraan roda empat di Bendungan Lahor dan membukanya secara paksa. Portal di sisi Karangkates dibuka sekitar pukul 13.30 WIB, disusul portal di Desa Selorejo, Kabupaten Blitar, sekitar pukul 14.00 WIB. Sejak saat itu kendaraan roda empat kembali bebas melintasi jalur bendungan dari kedua arah.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan kendaraan langsung memanfaatkan jalur tersebut. Aparat TNI dan Polri yang berjaga hanya melakukan pengamanan tanpa menghalangi kendaraan yang melintas.

Kabag Ops Polres Blitar, Kompol Sony, mengatakan kepolisian hanya mengawal pelaksanaan kebijakan pembatasan yang diterapkan PJT I.

"Kami hanya melakukan pengawalan pada pemberlakuan pembatasan akses ke Bendungan Lahor oleh Perum Jasa Tirta I. Karena tadi penutupnya dibuka sendiri oleh Jasa Tirta, ya itu kewenangan mereka," ujar Kompol Sony.

Sementara itu, PJT I menegaskan portal dibuka oleh massa aksi, bukan atas keputusan perusahaan.

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Korporat PJT I, Aris Widya, mengatakan massa memaksa membuka portal dan mengarahkan kendaraan roda empat kembali melintas di atas bendungan.

"Pihak pengunjuk rasa yang memaksa membuka dan roda empat disuruh melintas Bendungan Lahor," kata Aris.

Meski demikian, direksi PJT I masih membahas langkah lanjutan terkait kebijakan pembatasan akses tersebut.

Sebelumnya, mulai pukul 09.00 WIB, PJT I memberlakukan larangan kendaraan roda empat melintasi Bendungan Lahor sebagai langkah mitigasi setelah ditemukan retakan di beberapa titik badan bendungan yang telah beroperasi sejak 1977 atau hampir berusia 50 tahun.

Menurut PJT I, pembatasan diperlukan untuk mengurangi beban konstruksi karena setiap hari sekitar 6.700 kendaraan melintasi jalur tersebut, terdiri dari sekitar 3.900 sepeda motor dan 2.800 mobil.

Bendungan Lahor merupakan objek vital nasional yang menopang irigasi sekitar 1.100 hektare lahan pertanian, memasok air bagi pembangkit listrik tenaga air berkapasitas sekitar 35.000 kilowatt, serta berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kemampuan mereduksi debit air dari sekitar 790 meter kubik per detik menjadi sekitar 150 meter kubik per detik.

Di sisi lain, masyarakat menilai Jalan Bendungan Lahor merupakan jalur alternatif paling vital yang menghubungkan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Penutupan mendadak dinilai mengganggu mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi sehingga memicu aksi protes yang berujung pada pembukaan paksa portal.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Demo Berujung Buka Paksa Portal, Jalur Bendungan Lahor Kembali Dilewati Mobil | Monitor Indonesia