Jakarta, MI – Kecelakaan kereta api di Sumatera Utara kembali memakan korban jiwa. Insiden tabrakan antara KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai dengan truk pengangkut pasir di perlintasan sebidang tanpa palang di Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (2/8/2026), dinilai menjadi bukti masih lemahnya aspek keselamatan di sejumlah perlintasan kereta di Sumut.
Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, menegaskan kecelakaan serupa telah berulang kali terjadi karena banyak perlintasan sebidang di Sumatera Utara belum dilengkapi palang pintu.
"Saya turut prihatin dan berduka cita atas kejadian kecelakaan antara kereta api dengan truk pengangkut pasir yang terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai," kata Musa Rajekshah, Senin (3/8/2026).
Politikus yang akrab disapa Ijeck itu menilai pemerintah tidak boleh lagi menganggap persoalan perlintasan tanpa palang sebagai masalah biasa. Menurutnya, insiden di Serdang Bedagai kembali menunjukkan masih tingginya risiko kecelakaan akibat minimnya fasilitas keselamatan.
"Hal-hal seperti kecelakaan ini selalu berulang terjadi, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Kecelakaan ini diakibatkan tidak adanya palang di perlintasan jalan antara jalur kereta dan jalur umum kendaraan," tegasnya.
Ijeck mengungkapkan persoalan tersebut berulang kali disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan. Ia meminta Kemenhub memberi perhatian serius terhadap perlintasan-perlintasan sebidang yang hingga kini belum memiliki pintu pengaman.
"Saat RDP dengan Kemenhub RI, saya sering mengungkapkan agar ini menjadi atensi Kementerian Perhubungan untuk melihat perlintasan yang belum memiliki pintu perlintasan," ujarnya.
Ia menekankan pembangunan palang pintu dan peningkatan sistem keselamatan di perlintasan kereta harus menjadi prioritas agar kecelakaan serupa tidak terus berulang dan memakan korban.
"Ini menjadi catatan dan penekanan agar keselamatan penumpang maupun pengguna jalan benar-benar diperhatikan," katanya.
Kecelakaan terjadi ketika KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai menabrak truk pengangkut pasir yang melintasi rel di perlintasan tanpa palang di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Akibat tabrakan itu, sopir truk Busito (56) meninggal dunia di lokasi kejadian. Lokomotif mengalami kerusakan dan keluar jalur pada bagian roda, sementara masinis mengalami luka-luka. Seorang penumpang, Viona Siahaan (21), juga mengalami luka bakar ringan akibat air panas yang dibawanya tumpah saat benturan dan kini menjalani perawatan di RSU Melati Perbaungan.
Kasi Humas Polres Serdang Bedagai AKP Bringin Jaya mengatakan kecelakaan bermula saat truk pengangkut pasir melintas dari arah kawasan galian C menuju jalan utama dan menyeberangi rel kereta.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk dugaan adanya kelalaian pengemudi saat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang.**
