BREAKINGNEWS

Kecelakaan Maut, 7 Orang Tewas di Tanah Bumbu, Stiker Mobil Tangki Tiba-tiba Hilang dan Picu Sorotan

Kecelakaan Maut, 7 Orang Tewas di Tanah Bumbu, Stiker Mobil Tangki Tiba-tiba Hilang dan Picu Sorotan
Kecelakaan Maut, 7 Orang Tewas di Tanah Bumbu, Stiker Mobil Tangki Tiba-tiba Hilang dan Picu Sorotan

Tanah Bumbu, MI – Tragedi kecelakaan maut yang merenggut tujuh nyawa di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memunculkan pertanyaan baru. Di tengah proses penyelidikan, hilangnya stiker identitas pada mobil tangki yang terlibat dalam kecelakaan menjadi sorotan dan memicu tanda tanya di kalangan masyarakat.

Insiden yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) itu melibatkan sebuah mobil tangki dan mobil pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kecelakaan tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk lima mahasiswa, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Seorang relawan yang ikut membantu proses evakuasi mengungkapkan, saat pertama kali tiba di lokasi kejadian, mobil tangki masih memiliki stiker bertuliskan "Kaisar Group" pada bagian tangkinya. Namun, setelah proses evakuasi berlangsung, stiker tersebut disebut telah hilang.

"Awalnya tulisan Kaisar Group masih terlihat jelas. Setelah kendaraan dievakuasi, tulisan itu sudah tidak ada dan hanya menyisakan bekas berwarna putih," ujar relawan, Maulana, Senin (3/8/2026).

Ia menilai perubahan tersebut patut mendapat perhatian karena terjadi saat lokasi kejadian masih dijaga aparat.

"Di lokasi saat itu banyak petugas kepolisian. Karena itu, hilangnya identitas perusahaan pada kendaraan perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi," katanya.

Maulana berharap hilangnya stiker tersebut tidak mengaburkan proses penegakan hukum maupun tanggung jawab pihak yang memiliki kendaraan terhadap para korban.

Sementara itu, Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menyatakan penanganan perkara sepenuhnya berada di bawah kewenangan Satlantas Polres Tanah Bumbu. Hingga kini, kepolisian belum memberikan penjelasan mengenai hilangnya stiker tersebut.

Sebelumnya, kendaraan tangki itu sempat diduga merupakan armada milik Pertamina. Namun, PT Pertamina Patra Niaga memastikan hasil penelusuran internal menunjukkan kendaraan tersebut bukan armada operasional perusahaan dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal Pertamina.

Pertamina juga menegaskan seluruh proses penyelidikan mengenai kepemilikan kendaraan dan penyebab kecelakaan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan terjadi setelah mobil tangki kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan sebelum menghantam mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa KKN menuju kawasan wisata Sungai Alut, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe.

Akibat benturan keras tersebut, sopir mobil tangki dan pengemudi pikap meninggal dunia di lokasi. Lima mahasiswa KKN dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat turut menjadi korban jiwa, sementara seorang mahasiswa lainnya selamat dengan luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Hingga kini, penyelidikan penyebab kecelakaan maupun identitas pasti pemilik mobil tangki masih terus dilakukan aparat kepolisian.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kecelakaan Maut, 7 Orang Tewas di Tanah Bumbu, Stiker Mobil Tangki Tiba-tiba Hilang dan Picu Sorotan | Monitor Indonesia