Padang, MI – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai surut pada Selasa (4/8/2026). Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak lengah karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengancam sejumlah daerah dan berisiko memicu banjir susulan serta tanah longsor.
Di kawasan Kuranji yang menjadi wilayah terdampak paling parah, genangan air yang sehari sebelumnya mencapai lebih dari satu meter kini menyusut. Meski demikian, di beberapa titik masih terdapat genangan setinggi 10 hingga 25 sentimeter.
Surutnya banjir dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah, perabotan, dan lahan pertanian yang dipenuhi lumpur. Di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, warga bergotong royong membersihkan sisa material banjir sekaligus memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
Sejumlah warga menduga banjir dipicu jebolnya tanggul sementara yang dibangun pascabanjir bandang pada November 2025. Tingginya debit sungai membuat tanggul darurat yang hanya berbahan timbunan pasir tidak mampu menahan arus deras.
"Air mulai naik sekitar pukul 12 siang. Debitnya sangat deras hingga tanggul yang dibangun setelah banjir tahun lalu jebol. Karena tanggulnya bukan beton, banyak rumah akhirnya terdampak," kata Bayu Wardhana, salah seorang warga.
Bayu berharap pemerintah segera membangun tanggul permanen di sepanjang aliran sungai agar bencana serupa tidak kembali terulang saat hujan dengan intensitas tinggi melanda.
Di tengah proses pemulihan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Prakirawan Stasiun Meteorologi Minangkabau, Yudha Nugraha, menyebut kondisi cuaca di Sumatera Barat masih berpotensi berkembang menjadi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
Wilayah yang diminta waspada meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, dan Kabupaten Sijunjung.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, genangan, maupun tanah longsor agar membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan turun serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.**
