Surabaya, MI – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) khusus tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II setelah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil terdata.
Dari total 238 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan penghentian operasi khusus dilakukan setelah proses verifikasi data penumpang, awak kapal, dan tenaga bantuan operasional dinyatakan tuntas serta sesuai dengan data Kesyahbandaran dan operator kapal.
"Secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan Kepala Kantor SAR Surabaya," ujar Mohammad Syafii.
Meski operasi SAR khusus telah ditutup, Basarnas menegaskan pemantauan di lokasi insiden tetap dilakukan. Posko pengaduan juga masih dibuka untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan dari keluarga yang merasa kerabatnya belum terdata.
Syafii menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi apabila muncul informasi baru terkait korban maupun perkembangan penanganan pascakebakaran kapal.
"Keputusan ini diambil setelah jumlah seluruh orang yang berada di atas kapal telah dipastikan sinkron dengan data resmi dari Kesyahbandaran dan operator kapal," katanya.
Basarnas juga menyatakan siap memberikan dukungan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam proses investigasi penyebab kebakaran. Bantuan akan diberikan apabila KNKT memerlukan pencarian posisi bangkai KM Mutiara Sentosa II yang kini telah tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan laut.
Dengan berakhirnya operasi SAR khusus, fokus penanganan kini bergeser pada tahap investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran serta evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran agar insiden serupa tidak kembali terjadi.**
