Medan, MI – Pemilik mobil Honda WR-V, Immanuel Saragi (30), membeberkan kronologi sengketa kendaraan yang berujung kericuhan dan melibatkan prajurit TNI di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan.
Menurutnya, persoalan bermula dari dugaan penipuan dalam transaksi over kredit yang membuat mobilnya dibawa kabur sebelum akhirnya ditemukan kembali dijual melalui media sosial.
Immanuel menjelaskan, pada 2 Juli 2026 dirinya yang sedang berada di Jakarta meminta rekannya di Medan berinisial G untuk menjual mobil tersebut dengan skema over kredit senilai Rp60 juta. G kemudian menggandeng rekannya berinisial D yang menghubungkan transaksi dengan dua orang perantara, Irfan dan Subhan.
Pertemuan berlangsung pada 12 Juli 2026 di kawasan Jalan Setia Budi, Medan. Saat proses pengecekan kendaraan, mobil dibawa oleh calon pembeli berinisial Marwandi dan seorang pria berinisial B. Namun, kendaraan itu tidak pernah kembali.
Menurut Immanuel, Subhan sempat mentransfer uang Rp20 juta kepada Irfan. Belakangan diketahui mobil tersebut diduga telah dijual kepada pihak lain, sementara kedua orang yang membawa kendaraan sulit dihubungi.
"Saat kami kembali, mobil sudah tidak ada. Belakangan diketahui kendaraan itu sudah dijual dan orang-orang yang membawanya tidak bisa lagi dihubungi," kata Immanuel.
Merasa menjadi korban penipuan, Immanuel melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan pada 13 Juli 2026. Ia juga menyerahkan Subhan kepada polisi. Namun, proses hukum belum berjalan sesuai harapannya karena penyidik meminta kelengkapan dokumen dari perusahaan pembiayaan untuk membuktikan status kepemilikan kendaraan.
Beberapa hari kemudian, Immanuel memperoleh informasi bahwa Subhan telah dipulangkan. Sementara mobil yang dilaporkannya hilang belum berhasil ditemukan.
Harapan itu muncul pada 26 Juli 2026 ketika keluarga menemukan sebuah iklan penjualan Honda WR-V di Facebook Marketplace dengan harga Rp114 juta. Immanuel mengaku yakin kendaraan yang ditawarkan merupakan mobil miliknya karena masih menggunakan berbagai aksesori yang sama.
"Saya langsung mengenali mobil itu karena aksesori yang terpasang masih sama seperti milik saya," ujarnya.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, kakak Immanuel berpura-pura menjadi calon pembeli dan mengatur pertemuan dengan penjual di Kota Binjai. Ia didampingi sejumlah anggota keluarga, termasuk seorang kerabat yang merupakan prajurit TNI.
Di saat yang hampir bersamaan, Immanuel yang sedang menuju lokasi secara tidak sengaja melihat mobil yang diyakininya sebagai kendaraan miliknya melintas di Jalan Ring Road, Medan. Ia kemudian membuntuti mobil tersebut hingga berhenti di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri.
Upaya mengambil kembali kendaraan itulah yang kemudian berkembang menjadi kericuhan dan melibatkan prajurit TNI. Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian dan TNI untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan penipuan dalam transaksi over kredit maupun insiden pengeroyokan yang terjadi setelahnya.**
