Badung, MI – Modus menyamar sebagai pasangan suami istri digunakan dua warga negara (WN) India untuk menyelundupkan narkotika jenis ganja pasta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ironisnya, aksi berisiko tinggi itu mereka lakukan hanya demi imbalan US$300 atau sekitar Rp5,4 juta.
Kepala Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kombes I Made Hendra Agustina, mengungkapkan kedua pelaku berinisial AR dan PC sengaja berpura-pura menjadi pasangan yang sedang berlibur agar tidak memancing kecurigaan petugas.
"Kalau dari statusnya mereka bukan pasangan suami istri. Karena yang laki-laki sudah memiliki istri sendiri," kata Hendra dalam konferensi pers di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali-Nusra, Jumat (7/8/2026).
Hasil penyelidikan menunjukkan AR bekerja sebagai manajer, sedangkan PC berprofesi sebagai guru di India. Keduanya mengaku dijanjikan bayaran sebesar US$300 yang akan dibagi berdua apabila berhasil membawa koper berisi narkotika tersebut.
Menurut Hendra, kedua pelaku direkrut oleh seseorang di Thailand yang berkomunikasi melalui telepon. Mereka hanya diperintahkan membawa koper berisi narkotika dan mengikuti instruksi secara bertahap.
"Mereka hanya bilang ketemu laki-laki di Thailand, diminta membawa barang ini, transit di Bali dulu, setelah itu lanjut ke India. Perkara nanti barang ini dilepas di mana, mereka belum mau menyebutkan," ujarnya.
Polisi masih mendalami jaringan di balik penyelundupan tersebut. Hingga kini, penyidik belum dapat memastikan apakah narkotika itu akan diedarkan di Bali atau hanya transit sebelum dikirim ke India.
"Mereka mengaku hanya diperintahkan membawa barang dan nanti akan ada yang mengambil," tambah Hendra.
AR dan PC ditangkap setelah petugas Bea Cukai menemukan 100 kemasan narkotika golongan I jenis delta-9 THC (ganja pasta) yang disembunyikan di dalam kotak-kotak mainan anak di dalam koper mereka.
Total barang bukti yang disita mencapai 10.310 gram bruto atau 10.110 gram netto, dengan nilai diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar.
Kasus ini kini terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan internasional yang diduga mengendalikan penyelundupan narkotika tersebut, termasuk menelusuri pihak yang merekrut kedua WN India dan tujuan akhir pengiriman barang haram itu.**
