Kutai Kartanegara, MI— Kematian seorang warga berinisial I di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini memasuki babak baru. Peristiwa yang semula diduga sebagai kecelakaan lalu lintas justru mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.
Perubahan arah penyelidikan itu muncul setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian korban. Situasi tersebut juga memicu aksi massa yang sempat memanas di wilayah Tabang.
Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Tedy Sopandi mengatakan polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
"Kami terus mendalami peristiwa meninggalnya warga berinisial I di wilayah Kecamatan Tabang. Pendalaman dilakukan menyusul adanya dugaan kejanggalan dalam peristiwa yang sebelumnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas," kata Tedy, Senin (10/8/2026).
Kecurigaan semakin menguat setelah hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh personel Satlantas tidak menemukan bukti yang mendukung dugaan kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab kematian.
Di sisi lain, pemeriksaan sejumlah saksi oleh Unit Reskrim Polsek Tabang justru menemukan petunjuk yang mengarah pada dugaan pengeroyokan.
"Temuan tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang diduga terlibat," ujar Tedy.
Penyelidikan kini dilakukan secara gabungan. Unit Reskrim Polsek Tabang bekerja bersama Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim untuk mengurai kasus tersebut.
Polisi bahkan telah mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku. Meski demikian, status hukum masing-masing pihak masih dalam proses pendalaman dan polisi belum mengumumkan penetapan tersangka.
"Kami juga telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku," kata Tedy.
Kasus ini turut memicu aksi massa. Polisi kini tidak hanya mengusut kematian korban, tetapi juga menyelidiki pembakaran sebuah warung makan milik warga berinisial S yang dilakukan sekelompok pemuda.
Polda Kaltim memastikan dua persoalan tersebut ditangani melalui proses hukum. Aparat diminta mengungkap penyebab kematian I secara terang sekaligus memastikan aksi massa tidak berkembang menjadi tindakan anarkistis.
Penyelidikan menjadi penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan aksi main hakim sendiri. Polisi kini harus memastikan seluruh bukti, keterangan saksi, serta pihak yang diduga terlibat diperiksa secara objektif.**
