BREAKINGNEWS

Karhutla Kepung Sekolah di Kobar, 279 Hektare Lahan Terbakar dan Siswa Wajib Pakai Masker

Karhutla Kepung Sekolah di Kobar, 279 Hektare Lahan Terbakar dan Siswa Wajib Pakai Masker
Kabut asap di Kotawaringin Barat.

Kotawaringin, MI – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam aktivitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah meminta siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Muhammad Alamsyah mengatakan kondisi asap di sejumlah wilayah mulai menjadi perhatian. Namun, pemerintah belum mengubah pola kegiatan belajar mengajar karena masih memantau tingkat kedaruratan.

“Menyesuaikan kondisi terkini. Sudah diimbau untuk menggunakan masker. Untuk tindakan lain masih melihat kedaruratannya,” kata Alamsyah, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas. Jika kualitas udara memburuk dan asap semakin pekat hingga mengganggu proses pembelajaran, pemerintah daerah akan mengevaluasi kegiatan sekolah.

“Kita lihat dulu perkembangannya. Kalau memang kondisi semakin darurat, tentu akan disesuaikan dengan keadaan,” ujarnya.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat 153 kejadian karhutla sejak awal Juni hingga awal Agustus 2026.

Total luas lahan yang terbakar mencapai 279,25 hektare. Sebanyak 118 kejadian tercatat dengan luas 215,30 hektare, sementara 35 kejadian tambahan membakar sekitar 63,95 hektare lahan.

Kebakaran terjadi di sejumlah kecamatan, desa, dan kelurahan. Sebagian lokasi berada di kawasan lahan gambut yang dikenal sulit ditangani karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

Kepala BPBD Kobar Samuel mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemadaman. Dari 63,95 hektare lahan dalam kejadian tambahan, sekitar 37,885 hektare telah berhasil dikendalikan.

“Pemadaman masih terus dilakukan. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan karena api bisa menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul meskipun api di permukaan sudah padam,” ujar Samuel.

Pemerintah daerah kini menghadapi dua persoalan sekaligus: mengendalikan karhutla dan mencegah dampak asap terhadap masyarakat, termasuk anak-anak yang tetap menjalani aktivitas pendidikan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Kepung Sekolah di Kobar, 279 Hektare Lahan Terbakar dan Siswa Wajib Pakai Masker | Monitor Indonesia