Tangerang Selatan, MI– Tragedi terjadi di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore. Seorang siswi SMA tewas setelah tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di stasiun tersebut.
Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB dan sempat mengganggu perjalanan Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Polisi kini bergerak mengungkap secara utuh apa yang terjadi sebelum korban berada di jalur kereta.
Bermula Saat KRL Mendekati Stasiun
Kejadian bermula ketika rangkaian KRL melintas menuju Stasiun Jurangmangu. Saat kereta hendak memasuki atau berhenti di area stasiun, korban berada di sekitar peron.
Informasi awal menyebut korban berada terlalu dekat dengan bibir peron ketika rangkaian kereta mendekat. Dalam perkembangan penyelidikan, muncul dugaan korban justru melompat ke jalur ketika kereta hendak berhenti.
KAI Commuter juga menyebut korban tertemper KA 1742D relasi Tanah Abang-Parung Panjang di Stasiun Jurangmangu.
Namun, polisi belum langsung menyimpulkan kejadian tersebut sebagai bunuh diri. Seluruh kemungkinan masih didalami dengan memeriksa saksi, mengidentifikasi korban, serta mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.
Korban Tertabrak dan Dievakuasi
Benturan dengan KRL menyebabkan korban meninggal dunia. Petugas kemudian melakukan evakuasi dari lokasi kejadian untuk selanjutnya membawa jenazah ke RSUD Tangerang Selatan.
Polisi melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jasad korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab korban sampai berada di jalur kereta.
“Kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” kata Boy.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dugaan bunuh diri belum menjadi kesimpulan resmi kepolisian.
Insiden tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan KRL. Rangkaian kereta sempat berhenti karena proses penanganan dan evakuasi korban.
KAI Commuter kemudian menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung akibat insiden orang tertemper kereta di Stasiun Jurangmangu.
Gangguan perjalanan berlangsung sekitar 10 menit sebelum penanganan di lokasi dapat dilakukan.
Polisi Periksa Saksi dan Telusuri Kronologi
Setelah kejadian, polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar stasiun. Petugas juga menelusuri kondisi korban sebelum kejadian untuk mengetahui apakah korban memang berada di bibir peron secara tidak sengaja atau terdapat tindakan lain yang mendahului insiden.
Keterangan saksi yang menyebut korban berada terlalu dekat dengan jalur kereta menjadi salah satu bagian yang harus dicocokkan dengan bukti lain.
Polisi juga perlu memastikan detik-detik ketika KRL memasuki stasiun, posisi korban di peron, serta tindakan korban sesaat sebelum tertabrak.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kejadian merupakan kecelakaan atau terdapat unsur kesengajaan.
Dugaan Bunuh Diri Masih Didalami
Dugaan bunuh diri muncul dalam proses penyelidikan. Informasi terbaru menyebut dugaan tersebut menguat setelah terdapat keterangan bahwa korban diduga melompat ke jalur ketika KRL hendak berhenti.
Meski demikian, polisi belum menyatakan dugaan tersebut sebagai kesimpulan akhir.
Kepolisian masih harus memastikan seluruh rangkaian fakta, termasuk keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya.
Kasus ini pun masih menyisakan sejumlah pertanyaan: mengapa korban berada di posisi tersebut, apa yang terjadi beberapa saat sebelum KRL tiba, dan apakah korban memang sengaja masuk ke jalur kereta.
Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk menjawab seluruh pertanyaan tersebut.**
