Ternate, MI - Sebanyak 95 mahasiswa baru Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara (AKCAMU) dituntut tidak hanya menguasai ilmu kebidanan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengabdi di daerah terpencil dan kepulauan di Malut.
Pesan itu disampaikan Asisten II Setda Malut, Sri Haryanti Hatari, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Kampus AKCAMU, Jalan Dacomib, Ternate, Selasa (11/8/2026).
Sri Haryanti menegaskan, tantangan profesi bidan di Maluku Utara tidak hanya berkaitan dengan kompetensi medis. Kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri atas banyak pulau menuntut tenaga kesehatan memiliki komitmen pengabdian yang kuat.
Karena itu, mahasiswa kebidanan diminta mempersiapkan diri sejak bangku kuliah agar kelak mampu memberikan pelayanan kesehatan secara profesional, terutama kepada masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan.
“Pesan saya, mahasiswa belajar dengan tekun untuk menjadi bidan yang profesional, beretika, dan berintegritas tinggi. Jadilah bidan yang mementingkan pasien hingga mereka sembuh,” tegas Sri.

Ia meminta para calon bidan tidak memilih-milih tempat pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan justru sangat besar di wilayah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan.
“Mengingat wilayah Maluku Utara yang luas dan dikelilingi pulau-pulau, para calon bidan ini harus siap ditempatkan di mana saja, terutama di daerah terpencil yang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Sri juga menekankan pentingnya etika dan integritas dalam menjalankan profesi. Menurut dia, kepentingan pasien harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
Di tengah perkembangan teknologi digital, calon bidan juga dituntut mampu menggunakan teknologi secara bijak.
Media sosial, kata Sri, harus dimanfaatkan untuk edukasi dan mendukung pelayanan kesehatan, bukan menjadi sarana menyebarkan informasi palsu atau hoaks.
Ia mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan dasar yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ketersediaan tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB 2026 sekaligus Dosen Kebidanan AKCAMU, Masita Hariyanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan akademik sekaligus dunia profesi.
PKKMB berlangsung selama tiga hari, 10 hingga 12 Agustus 2026, dan diikuti mahasiswa baru Program Studi Diploma 3 Kebidanan.
Mengusung tema “Bidan Muda dalam Mencetak Generasi, Bebas Stunting: Mengabdi dengan Hati Menjaga Generasi”, kegiatan tersebut juga membekali mahasiswa dengan materi budaya akademik, kepemimpinan, bahaya narkotika melalui kerja sama dengan BNN, serta penguatan literasi digital.
“Fokus utama kami sesuai komitmen akreditasi dan tema kegiatan adalah penekanan pada peran bidan dalam pencegahan stunting serta pemanfaatan literasi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan kebidanan masa depan,” kata Masita.
AKCAMU menargetkan pembekalan tersebut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan semangat pengabdian untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku Utara.
