BREAKINGNEWS

Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 324 Hektare Lahan Terbakar dan 300 Hotspot Terdeteksi

Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 324 Hektare Lahan Terbakar dan 300 Hotspot Terdeteksi
Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 324 Hektare Lahan Terbakar dan 300 Hotspot Terdeteksi

Kobar, MI— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih tinggi. Sepanjang 2026, sebanyak 155 kejadian karhutla tercatat dengan total 323,82 hektare lahan hangus.

Ancaman itu diperkuat dengan temuan 300 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di berbagai wilayah Kobar sepanjang tahun ini berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan.

Plt Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Adnan Santana mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan tingkat dampak yang berbeda.

"Data rekapitulasi BPBD Kobar tahun 2026 mencatat ada 155 kejadian karhutla dengan total luas terbakar 323,82 hektare," kata Adnan, Rabu (12/8/2026).

Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi. Sebanyak 79 kasus tercatat dengan luas lahan terbakar mencapai 84,175 hektare.

Namun, jika dilihat dari luas wilayah yang terbakar, Kecamatan Kumai menjadi yang paling parah. Sebanyak 52 kejadian karhutla menghanguskan sekitar 162,79 hektare lahan.

Sementara itu, Pangkalan Banteng mencatat 17 kejadian dengan luas terbakar 11,75 hektare. Kotawaringin Lama mengalami lima kejadian dengan luas 32,1 hektare.

Pangkalan Lada mencatat dua kejadian dengan luas 7,505 hektare, sedangkan Arut Utara tercatat memiliki luas lahan terbakar sekitar 25,5 hektare.

Ancaman tidak hanya terlihat dari luas lahan yang sudah terbakar. Sebaran hotspot juga menunjukkan potensi munculnya kebakaran baru masih tinggi.

Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 120 titik, disusul Kecamatan Kumai sebanyak 59 titik dan Pangkalan Banteng delapan titik.

"Secara keseluruhan, SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 300 hotspot di seluruh wilayah Kobar sepanjang 2026," ujar Adnan.

BPBD menilai angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai data biasa. Setiap titik panas berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar apabila tidak segera ditangani, terutama ketika lahan dalam kondisi kering dan angin mempercepat penyebaran api.

Karena itu, BPBD menekankan pencegahan sebagai langkah utama. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

"Yang paling penting adalah pencegahan. Masyarakat kami imbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," tegas Adnan.

BPBD Kobar bersama unsur terkait terus memantau kawasan rawan dan melakukan penanganan terhadap titik kebakaran yang ditemukan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 324 Hektare Lahan Terbakar dan 300 Hotspot Terdeteksi | Monitor Indonesia