BREAKINGNEWS

Karhutla Bromo Meluas, Sudah 942 Hektare Lahan TNBTS Hangus Terbakar

Karhutla Bromo Meluas, Sudah 942 Hektare Lahan TNBTS Hangus Terbakar
Kondisi terkini di sekitaran gunung bromo

Jakarta, MI– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin meluas. Hingga Kamis (13/8/2026), sekitar 942 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar.

Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian karena sejumlah titik api aktif terpantau di kawasan Dengklik, Penanjakan, dan Tosari. Tim gabungan terus dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan penanganan terus diperkuat, meski salah satu sektor telah menunjukkan perkembangan positif.

"Alhamdulillah untuk sektor P-30 sudah tidak ditemukan lagi titik api sejak pagi tadi. Namun kami masih melakukan pemantauan ketat di beberapa titik lain," ujar Gatot Soebroto saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Upaya pemadaman dilakukan secara masif dengan mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran. Personel gabungan dari Damkar dan BPBD sejumlah daerah ikut memperkuat operasi di kawasan terdampak.

Bantuan datang dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Malang hingga Jombang.

Selain armada pemadam, petugas juga menyiapkan tiga unit tangki air dan kendaraan operasional untuk mendukung proses penanganan di medan yang tidak mudah dijangkau.

"Selain armada darat, kami juga menyiapkan tiga unit tangki air dan kendaraan operasional. Personel TNI dan Polri juga terus memperkuat di lapangan," jelas Gatot Soebroto.

Kondisi kebakaran diperparah dengan musim kemarau dan kondisi angin yang dapat membuat bara api kembali menyala. Karena itu, pengawasan terhadap kawasan yang telah dipadamkan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Besarnya luasan lahan yang terbakar membuat pencegahan menjadi perhatian serius. BPBD Jawa Timur meminta masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Gatot mengingatkan pengunjung agar tidak meninggalkan bara api, termasuk dari api unggun maupun rokok, ketika berada di kawasan TNBTS.

"Jangan sampai ada aktivitas yang memicu api, terutama saat musim kemarau. Kalau membuat api unggun atau merokok, pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Bara kecil saja bisa kembali menyala karena angin," tegas Gatot Soebroto.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Bromo Meluas, Sudah 942 Hektare Lahan TNBTS Hangus Terbakar | Monitor Indonesia