Pekanbaru, MI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus menjadi ancaman serius. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, polisi telah menetapkan 28 orang sebagai tersangka dari 26 perkara karhutla.
Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro mengatakan para tersangka tersebar di sejumlah wilayah yang menjadi titik penanganan kasus karhutla. Pelalawan dan Indragiri Hilir menjadi daerah dengan jumlah tersangka terbanyak.
"Total sepanjang Januari sampai Agustus 2026 ini ada 28 tersangka. Ini dari total 26 jumlah tindak pidana," kata Ade Kuncoro, Kamis (13/8/2026).
Dari keseluruhan tersangka, enam orang berasal dari wilayah Pelalawan dan Indragiri Hilir. Kemudian lima tersangka ditangani Polres Bengkalis, sedangkan tiga lainnya berasal dari Polres Indragiri Hulu.
Sementara itu, masing-masing dua tersangka ditangani Polresta Pekanbaru, Polres Rokan Hilir, dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Polres Dumai dan Polres Siak masing-masing menangani satu tersangka.
Selain menetapkan puluhan tersangka, aparat juga menangani kebakaran dengan luas lahan mencapai 798,57 hektare dalam perkara yang sedang diproses secara hukum.
"Luas lahan terbakar yang ditangani yakni 798,57 hektare," ujar Ade.
Angka tersebut merupakan luas lahan yang berkaitan dengan perkara yang ditangani kepolisian. Secara keseluruhan, dampak karhutla di Riau jauh lebih luas.
Data BPBD Provinsi Riau mencatat total lahan terbakar di 12 kabupaten/kota sepanjang 2026 telah mencapai lebih dari 15.000 hektare.
Bengkalis menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas, yakni lebih dari 8.000 hektare. Berikutnya Pelalawan dengan lebih dari 4.000 hektare, sementara ribuan hektare lainnya tersebar di sejumlah daerah.
Memasuki musim kemarau, situasi karhutla semakin sulit dikendalikan. Tim Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara terus dikerahkan untuk memadamkan titik api.
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius adalah Indragiri Hulu. Kebakaran di daerah tersebut dilaporkan telah berlangsung selama belasan hari dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.**
