Manggarai, MI– Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan rusak parah, termasuk sedikitnya empat rumah warga di Kabupaten Manggarai yang dilaporkan hancur hingga rata dengan tanah.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di wilayah Nanu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Berdasarkan pantauan di lokasi, empat rumah warga mengalami kerusakan berat.
Hingga laporan tersebut dibuat, belum ada laporan korban jiwa dari wilayah Manggarai. Namun, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik, mulai dari fasilitas pendidikan, kantor pemerintahan, tempat ibadah hingga rumah sakit.
Kondisi mencekam terjadi di RSUD Ruteng. Pasien yang tengah menjalani perawatan berhamburan keluar ruangan untuk menghindari risiko apabila bangunan rumah sakit mengalami kerusakan lebih parah.
Gempa utama terjadi sekitar pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita. Episentrum berada di koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 121,37 derajat Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kekuatan gempa juga memicu sejumlah gempa susulan. Aktivitas seismik tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah tetap diminta waspada terhadap kemungkinan guncangan berikutnya.
BMKG meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami.
"Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG," demikian pernyataan BMKG.**
