Tanggamus, MI — Kepanikan terjadi di Dermaga Penyeberangan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, setelah sampan pelansir yang membawa puluhan penumpang terbalik dihantam ombak besar, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Sampan tersebut tengah mengangkut penumpang dari dermaga menuju kapal utama yang dijadwalkan berlayar ke wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa.
Insiden terjadi saat kapal terakhir hendak diberangkatkan. Kondisi laut mendadak memburuk. Gelombang besar datang berulang kali dan menghantam sampan hingga kehilangan keseimbangan lalu terbalik.
Peristiwa dramatis itu terekam video dan beredar di media sosial. Dalam rekaman, sejumlah pekerja penyeberangan terlihat berusaha menahan dan mengendalikan sampan yang terus dihantam gelombang.
Namun, kuatnya ombak membuat upaya tersebut gagal. Sampan akhirnya terbalik dan para penumpang serta awak segera dievakuasi.
Kepala Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kotaagung, Iqbal, mengatakan pihaknya langsung menghentikan keberangkatan kapal terakhir setelah melihat kondisi perairan yang tidak lagi aman.
"Ini kapal terakhir. Saat kami sedang menaikkan penumpang, tiba-tiba datang ombak besar. Karena kondisi cuaca seperti itu, keberangkatan kapal saya pending dan tidak dilanjutkan," kata Iqbal, Senin (17/8/2026).
Keputusan menunda pelayaran sempat mendapat permintaan dari sejumlah penumpang. Mereka berharap kapal tetap berangkat karena memiliki keperluan di Pematang Sawa, termasuk menghadiri upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, keselamatan penumpang menjadi pertimbangan utama. Iqbal menegaskan kapal tidak akan dipaksakan berlayar jika kondisi laut masih berbahaya.
"Penumpang memang meminta agar tetap diberangkatkan karena ada yang ingin mengikuti upacara. Tetapi saya tetap tidak berani memberangkatkan kapal hari ini," ujarnya.
Para penumpang kemudian diarahkan melanjutkan perjalanan pada Senin pagi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, dengan syarat kondisi perairan sudah memungkinkan untuk dilalui.
Insiden sampan terbalik tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh penumpang dan awak yang berada di sekitar lokasi langsung diturunkan sebagai langkah pencegahan.
Sejumlah penumpang hanya mengalami pakaian dan barang bawaan basah akibat tercebur ke air.
"Alhamdulillah tidak ada yang luka, cuma basah saja. Sampai hari ini juga tidak ada laporan apa-apa. Tadi kami juga didampingi dari Polair. Semuanya kami turunkan," kata Iqbal.**
