NTT, MI— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menelan puluhan korban jiwa. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, data tersebut merupakan pembaruan terbaru yang dihimpun hingga Senin (17/8/2026).
“68 jiwa yang meninggal,” kata Berton dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).
BNPB menyebut korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah terdampak, mulai Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada. Sementara jumlah korban luka mencapai 213 orang.
“Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa,” ujar Berton.
BNPB masih melakukan pemantauan dan pemutakhiran data di lapangan. Jumlah korban berpotensi berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan terhadap warga yang terdampak.
“Kami tetap memantau jumlah korban ini dan terus akan kami laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan,” katanya.
Gempa mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan kuat tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga merusak sejumlah bangunan serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tim gabungan terus bergerak melakukan evakuasi, penanganan korban, serta pendataan kerusakan. Pemerintah juga mengerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.**
