NTT, MI — Layanan energi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai pulih setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Sebanyak 56 SPBU yang sempat terdampak kini kembali beroperasi penuh.
Pemulihan ini dilakukan Pertamina Patra Niaga dengan mempercepat perbaikan sarana, membuka kembali jalur distribusi, serta menerapkan skema alih suplai untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan seluruh SPBU di Flores kini sudah kembali melayani masyarakat.
“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.
Puluhan SPBU tersebar di delapan kabupaten. Rinciannya, Ngada enam SPBU, Manggarai delapan, Manggarai Timur enam, Manggarai Barat delapan, Sikka 12, Flores Timur tujuh, Ende lima, dan Nagekeo empat SPBU.
Pemulihan juga menyentuh sistem kelistrikan. Sebagian besar SPBU yang sebelumnya harus mengandalkan genset kini sudah kembali menggunakan pasokan listrik normal.
Pertamina tidak hanya mengejar pembukaan kembali SPBU. Jalur distribusi BBM juga diperkuat agar stok tidak tersendat di tengah proses pemulihan pascabencana.
Sebanyak 33 mobil tangki dikerahkan ke sejumlah titik terdampak. Awak mobil tangki tambahan juga didatangkan dari berbagai wilayah untuk mempercepat penyaluran BBM.
“Pertamina mengerahkan dukungan armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Dukungan ini dilakukan agar kegiatan distribusi dapat terus berjalan dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” kata Kitty.
Pertamina juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan energi bagi operasi penanganan bencana maupun aktivitas masyarakat tetap tersedia.
Menurut Pertamina, pemulihan tidak berhenti pada beroperasinya kembali SPBU. Rantai pasok harus tetap dijaga agar distribusi BBM tidak kembali terganggu apabila kondisi lapangan berubah.
“Pemulihan layanan energi bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak. Kami akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan sampai seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar kembali normal," jelasnya.**
