BREAKINGNEWS

Terungkap! Motif Menantu Bunuh Mertua di Pekanbaru: Dendam dan Ingin Kuasai Harta

Terungkap! Motif Menantu Bunuh Mertua di Pekanbaru: Dendam dan Ingin Kuasai Harta
Konferensi pers kasus pembunuhan dan perampokan terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kota Pekanbaru, Riau (Foto: Istimewa)

Pekanbaru, MI - Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus pembunuhan dan perampokan terhadap seorang perempuan lanjut usia, Dumaris (60), di Kota Pekanbaru, Riau. Pelaku utama dalam kasus ini ternyata adalah menantunya sendiri, AFT, yang melibatkan tiga orang lain untuk melancarkan aksi keji tersebut.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menjelaskan bahwa AFT diduga memiliki dendam pribadi terhadap korban. Pelaku mengaku sakit hati selama tinggal bersama mertuanya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku AFT mengaku sakit hati selama tinggal bersama korban. Dia mengaku sering dimarahi, dicaci maki, dan diperlakukan dengan tidak baik oleh korban," ujar Muharman dalam konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

Selain dipicu rasa sakit hati, penyidik juga menemukan motif lain dalam kasus ini, yaitu faktor ekonomi. Para pelaku ingin menguasai harta benda milik korban.

"Selain sakit hati, ada juga motif ekonomi, yaitu ingin menguasai seluruh harta benda korban," kata Muharman.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, AFT diketahui pernah tinggal satu rumah dengan korban. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa AFT menikah dengan anak korban, Arnold, pada tahun 2022. Setelah menikah, AFT dan suaminya yang memiliki kebutuhan khusus menetap di rumah korban selama sekitar satu tahun.

Pada 2023, AFT meninggalkan rumah dan pindah ke Binjai, Sumatera Utara. Di sana, ia bekerja sebagai kasir di sebuah tempat spa. 

"Selama di Binjai, pelaku bekerja di tempat spa sebagai kasir. Waktu itu masih berkomunikasi baik dengan korban. Apa pun kebutuhan pelaku selalu dipenuhi oleh korban," jelas Hasyim. 

Namun di balik hubungan tersebut, AFT justru memiliki niat buruk untuk menguasai harta korban. AFT mengajak tiga orang lainnya, yakni SL, EW dan L, untuk mengeksekusi korban. 

Mereka berempat berangkat dari Medan menuju Pekanbaru menggunakan mobil Xenia. Dalam aksi tersebut, pelaku SL membunuh korban dengan cara memukul menggunakan kayu balok sebanyak lima kali hingga tewas.

"Pelaku memukul kepala dan dada korban," ucap Hasyim.

Sebelumnya, seorang perempuan lanjut usia bernama Dumaris (60) ditemukan meninggal dunia diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan di rumahnya yang berada di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang.

Peristiwa itu terekam kamera CCTV, baik di bagian luar maupun dalam rumah korban. Dari rekaman itu, pelaku diduga berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua perempuan.

Dalam aksinya, seorang pria disebut sebagai eksekutor yang memukul kepala korban dengan kayu balok. Ia menyadari aksinya terekam CCTV dan kemudian merusaknya dengan kayu balok. 

Ironisnya, salah satu pelaku perempuan dalam kasus ini diduga merupakan menantu korban sendiri.

Usai kejadian, sejumlah barang berharga milik korban raib. Para pelaku diduga membawa kabur perhiasan emas, uang tunai 400 dolar Singapura, paspor, serta ponsel milik korban.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Menantu Bunuh Mertua di Pekanbaru | Monitor Indonesia