BREAKINGNEWS

Brutal! Lima Karyawan PT SBP Inhu Dibacok dan Ditembak OTK, Polisi Didesak Tangkap Dalang Penyerangan

Brutal! Lima Karyawan PT SBP Inhu Dibacok dan Ditembak OTK, Polisi Didesak Tangkap Dalang Penyerangan
Karyawan PT Sinar Belilas Perkasa saat menjalani perawatan medis

Indragiri Hulu, MIAksi brutal diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal (OTK) terhadap lima karyawan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Senin (1/6/2026). Para korban dilaporkan mengalami luka bacok dan luka tembak serius setelah diserang di area perusahaan.

Akibat penganiayaan tersebut, seluruh korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Manajemen PT SBP langsung melaporkan kasus itu ke Polres Indragiri Hulu melalui laporan polisi bernomor LB/93/VI/2026/SPKT/Polres Indragiri Hulu/Polda Riau tertanggal 1 Juni 2026.

Dalam laporan itu, perusahaan menduga terjadi tindak pidana penganiayaan berat, percobaan pembunuhan, hingga pelanggaran Undang-Undang Darurat terkait penggunaan senjata.

Pihak perusahaan mengungkapkan para pelaku datang dengan membawa senjata berupa tiga pucuk air gun dan satu pucuk senapan angin. Sebagian pelaku juga disebut mengenakan penutup wajah untuk menyamarkan identitas.

Salah seorang saksi, Edi Yanto, mengaku melihat langsung para pelaku menenteng senjata saat melakukan penyerangan.

Bahkan, operator alat berat PT SBP disebut sempat ditodong pistol dan dipaksa merusak kendaraan milik karyawan menggunakan ekskavator perusahaan.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyerangan yang menggunakan senjata tajam dan pistol terhadap karyawan PT SBP,” tegas Humas PT SBP, Rahman Manurung, Selasa (2/6/2026).

Rahman membantah insiden tersebut berkaitan dengan konflik lahan masyarakat. Ia justru menduga penyerangan dilakukan kelompok preman bayaran yang berkaitan dengan sengketa penjualan lahan HGU perusahaan.

“Kita menduga penyerangan dilakukan oleh kelompok preman bayaran yang berkaitan dengan sengketa penjualan lahan HGU perusahaan,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi tersebut terlihat terorganisir karena para pelaku datang berkelompok sambil membawa senjata tajam, pistol, dan senapan angin sebelum menyerang para karyawan.

Pihak perusahaan juga mengungkap adanya alat berat ekskavator yang masuk ke lokasi usai penyerangan dengan pengawalan kelompok yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.

“Pelapor meminta kepolisian mengusut keterkaitan antara pelaku penyerangan dengan keberadaan alat berat di lokasi, termasuk mengungkap dalang di balik insiden ini,” ujar Rahman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Indragiri Hulu Adlin mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan penyidikan pemeriksaan saksi-saksi untuk menentukan siapa para pelaku,” kata Adlin.

Hingga lebih dari 1x24 jam setelah kejadian, belum ada pelaku yang berhasil diamankan polisi.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Aksi brutal diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal (O | Monitor Indonesia