BREAKINGNEWS

Riau, Daerah Penghasil Minyak Kini Krisis BBM, Sopir Truk Rela Menginap di SPBU Demi Solar

Riau, Daerah Penghasil Minyak Kini Krisis BBM, Sopir Truk Rela Menginap di SPBU Demi Solar
Riau, Daerah Penghasil Minyak Kini Krisis BBM, Sopir Truk Rela Menginap di SPBU Demi Solar

Pekanbaru, MI – Ironi terjadi di Provinsi Riau yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia. Di tengah statusnya sebagai lumbung migas nasional, masyarakat justru dihadapkan pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru.

Kelangkaan yang telah berlangsung lebih dari sepekan itu membuat sopir truk dan kendaraan angkutan barang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan solar. Bahkan, sebagian di antaranya memilih bermalam di area SPBU agar tidak kehilangan giliran mengisi bahan bakar.

Antrean mengular terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya di Jalan SM Amin, Jalan Soekarno-Hatta, hingga Kubang Raya. Di SPBU Jalan SM Amin, barisan kendaraan bahkan memanjang hingga kawasan Tugu Songket di Jalan Tuanku Tambusai. Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk pengangkut crude palm oil (CPO), truk Fuso, serta kendaraan logistik lainnya.

Salah seorang pengemudi, Heru, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh solar.

"Antre panjang, berjam-jam baru dapat kita isi minyak solar," ujarnya.

Kondisi lebih berat dialami sopir lintas provinsi yang kehabisan bahan bakar. Mereka terpaksa bermalam di SPBU karena khawatir tidak kebagian solar apabila mencari ke lokasi lain.

"Terpaksa nginap. Kalau tidak, besok pasti antreannya makin ramai. Mau cari solar di tempat lain takut tidak kebagian," kata sopir asal Sumatera Utara, Tampu.

Menurutnya, kelangkaan solar bukan hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan biaya operasional karena sopir harus mengeluarkan tambahan biaya makan, parkir, hingga kehilangan waktu kerja.

"Kena di operasional, nginap, makan, semua kan pakai biaya. Kalau dikejarkan siang juga enggak dapat. Kasihan juga sama sopir-sopir lintas macam kami ini, habis waktu," keluhnya.

Panjangnya antrean di SPBU juga menyebabkan banyak kendaraan berat yang biasanya melintas di jalur lingkar masuk ke pusat Kota Pekanbaru demi mencari pasokan BBM, sehingga berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.

Fenomena ini menjadi ironi bagi Riau, provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Di tengah besarnya kontribusi sektor migas terhadap produksi energi nasional, masyarakat dan pelaku usaha transportasi justru harus berjuang mendapatkan solar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kelangkaan biosolar tersebut kini turut berdampak pada distribusi barang dan biaya logistik, sementara para sopir berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas transportasi tidak terus terganggu.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Riau, Daerah Penghasil Minyak Kini Krisis BBM, Sopir Truk Rela Menginap di SPBU Demi Solar | Monitor Indonesia