BREAKINGNEWS

Karhutla Pelalawan Tak Kunjung Padam, 19 Embung Dibangun untuk Jinakkan Api

Karhutla Pelalawan Tak Kunjung Padam, 19 Embung Dibangun untuk Jinakkan Api
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Pelalawan, MI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum juga berhasil dipadamkan. Api telah membakar sedikitnya 64 hektare lahan dan penanganannya memasuki hari ke-11.

Menghadapi medan yang sulit dan keterbatasan sumber air, tim Manggala Agni Daops Rengat bersama pihak terkait membangun sejumlah embung untuk memperkuat operasi pemadaman.

Sebanyak 19 embung disiapkan sebagai sumber air untuk mendukung petugas menjangkau titik-titik api. Pembuatan embung dilakukan menggunakan alat berat yang sekaligus dikerahkan untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran dan membuat sekat bakar.

Kepala Daops Manggala Agni Rengat, Muhammad Sodik, mengatakan proses pembuatan embung terus dilakukan untuk mendukung pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.

"Alat berat masih bekerja, saat ini sudah terkonfirmasi 17 embung yang sudah dibuat di sekitar lokasi pemadaman," kata Sodik dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).

Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat. Bahan bakar di lokasi cukup padat, sementara titik kepala api berada jauh dari akses utama.

Kondisi semakin sulit karena kepala api berada di kawasan yang dipenuhi tanaman akasia liar. Petugas membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mengangkut peralatan menggunakan kendaraan roda dua. Jika ditempuh berjalan kaki, jaraknya sekitar 1,5 kilometer.

Situasi tersebut membuat pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat. Tim harus membuka akses terlebih dahulu sebelum dapat menjangkau titik api utama.

Manggala Agni juga masih menangani kebakaran di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu. Luas lahan yang terbakar di lokasi itu diperkirakan mencapai 50 hektare dan masih berpotensi bertambah.

Penanganan di lokasi tersebut telah memasuki hari ketujuh. Api belum sepenuhnya padam karena petugas menghadapi bahan bakar yang padat, asap pekat, serta angin kencang.

Kepala api bahkan mulai bergerak menuju kawasan hutan primer. Akses menuju titik tersebut belum sepenuhnya terbuka sehingga tim melakukan penyisiran dari sisi barat menuju utara untuk menembus lokasi api.

Upaya pemadaman diperkuat dengan dukungan satu unit helikopter waterbombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Satu unit alat berat tambahan juga telah dikerahkan untuk membuka akses menuju kepala api di sisi utara. Alat tersebut sekaligus digunakan untuk menyiapkan embung sebagai sumber air dan membangun sekat bakar guna menghambat pergerakan api.

Operasi pemadaman kini berpacu dengan waktu. Selain memastikan api tidak semakin meluas, petugas harus memutus jalur pergerakan api dengan membuka akses, menyediakan sumber air, dan memperkuat sekat bakar.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Pelalawan Tak Kunjung Padam, 19 Embung Dibangun untuk Jinakkan Api | Monitor Indonesia