Labuhanbatu, MI– Kesaksian para korban mulai mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang oknum TNI bersama lima petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di Desa Suka Maju, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada Selasa (16/6/2026). Dalam insiden itu, korban mengaku diancam akan dibunuh hingga ditembak.
Peristiwa tersebut berujung pada tewasnya Luis David Hutabarat (32) yang diduga menjadi korban penganiayaan. Selain Luis, sejumlah warga lainnya juga mengalami kekerasan.
Salah seorang korban selamat, Jhoni, menuturkan dirinya saat itu baru pulang dari membabat lahan sawit milik mertua Luis. Ia berboncengan dengan Luis, sementara dua rekannya, Doni dan Sutomi, mengendarai sepeda motor lain.
Menurut Jhoni, saat melintas di sebuah persimpangan, mereka melihat sekelompok orang berkumpul. Tak lama kemudian, rombongan mereka dikejar dan diadang oleh enam orang, termasuk Serma Buana Delly.
"Pas pulang di persimpangan ada nampak orang itu tadi kumpul, kami lewat aja. Tiba-tiba disalip sama Buana, turun langsung acungkan parang," ujar Jhoni kepada monitorindonesia.com, Jumat (26/6/2026).
Jhoni mengaku mendengar Serma Buana memanggil Luis sambil mengeluarkan ancaman pembunuhan.
"Sini turun kau Luis, main kita sini yok, ku bunuh kau," kata Jhoni menirukan ucapan Serma Buana.
Luis kemudian menjawab bahwa mereka hanya baru pulang dari ladang.
Dalam situasi tersebut, Jhoni dan Luis sempat melarikan diri dari lokasi penyergapan. Namun, Doni dan Sutomi berhasil ditangkap dan diduga menjadi sasaran penganiayaan.
Korban lainnya, Doni, mengaku Serma Buana tidak hanya mengancam menggunakan parang, tetapi juga mengancam akan menembak mereka apabila melawan.
"Jangan ke mana-mana kau, ku bunuh nanti kau," kata Doni menirukan ancaman pelaku yang saat itu memegang parang.
Doni mengatakan dirinya sempat menggenggam ganco yang dibawanya. Namun, ancaman pelaku membuatnya memilih menyerahkan alat tersebut.
"Melawan kau? Ku matikan nanti di sini, ku tembak kau ya, buang ganco mu. Ku buang lah kan," ujar Doni mengutip ancaman yang diterimanya.
Meski sempat berusaha melarikan diri, Doni akhirnya tetap berhasil ditangkap dan diduga dianiaya bersama Sutomi.
Kasus ini kini menjadi sorotan setelah dugaan penganiayaan tersebut menyebabkan Luis David Hutabarat meninggal dunia. Aparat masih menangani proses hukum untuk mengungkap secara menyeluruh peran masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.**
