Medan, MI– Tragedi ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, menyisakan kisah pilu dari para saksi mata.
Di tengah puing-puing bangunan yang ambruk, seorang bayi ditemukan dalam kondisi berlumuran darah, sementara suara minta tolong dari korban yang terjebak terdengar sebelum akhirnya menghilang.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) itu tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga memicu kepanikan warga sekitar yang bergegas memberikan pertolongan kepada para korban.
Salah seorang saksi, Danu (43), mengaku sedang bekerja di sekitar lokasi saat ledakan terjadi. Menurutnya, ledakan diawali munculnya kilatan cahaya putih yang hanya berlangsung beberapa detik sebelum suara dentuman keras mengguncang kawasan tersebut.
"Hitungan per detik ada cahaya putih, terus langsung muncul ledakan," ujar Danu.
Ledakan itu menyebabkan material bangunan berhamburan hingga menimpa sebuah mobil yang sedang melintas di depan rumah. Sopir kendaraan tersebut sempat terjepit reruntuhan dan berteriak meminta pertolongan.
Bersama warga lainnya, Danu langsung berupaya mengevakuasi korban hingga akhirnya sopir berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat meski mengalami luka akibat tertimpa puing bangunan.
"Kondisinya stabil, cuma dia ketimpa batu, terjepit," katanya.
Di tengah proses penyelamatan, Danu mengaku sempat mendengar suara seorang perempuan yang meminta tolong dari balik reruntuhan. Namun suara tersebut hanya terdengar sesaat sebelum akhirnya menghilang.
"Ada yang bilang 'tolong' begitu. Ada suara perempuan juga, tetapi enggak lama," ungkapnya.
Momen paling memilukan terjadi ketika Danu melihat seorang bayi berada di bagian atas reruntuhan dengan tubuh berlumuran darah. Ia langsung meminta bantuan para pekerja bangunan di sekitar lokasi agar bayi tersebut segera dievakuasi.
"Saya lihat di atas ada anak bayi berlumuran darah. Makanya saya minta tolong ke tukang bangunan untuk mengevakuasinya," tuturnya.
Selain dentuman keras, saksi juga mengaku mencium aroma gas yang menyengat di sekitar lokasi sesaat setelah ledakan terjadi. Bau tersebut turut dirasakan warga lainnya yang berada di sekitar kawasan Grand Polonia.
"Ada bau gas. Saya enggak tahu gas apa, tetapi yang ada di area situ mencium semua. Ada juga asap dari atas," ujarnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang yang berada di sekitar lokasi ketika ledakan terjadi. Empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita berusia dua tahun berinisial J, seorang sopir yang melintas, seorang kurir, dan seorang warga lainnya.
Sementara itu, tim SAR gabungan telah mengevakuasi satu korban yang ditemukan meninggal dunia dari bawah reruntuhan. Hingga kini, dua korban lainnya masih diduga tertimbun material bangunan dan proses pencarian terus dilakukan oleh Basarnas bersama kepolisian, pemadam kebakaran, dan relawan.
Di sisi lain, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang menghancurkan rumah tersebut. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi, sementara proses evakuasi dan penyisiran reruntuhan terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan petugas.**
