Medan, MI– Penyebab ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan elite Grand Polonia, Medan, mulai menemukan titik terang. Hasil penyelidikan awal Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengindikasikan sumber ledakan berasal dari area dapur yang diduga dipenuhi akumulasi gas.
Tim Labfor yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sejumlah indikasi kuat bahwa pusat ledakan berada di dapur rumah tersebut. Salah satu temuan penting adalah kondisi kompor tanam yang terangkat akibat tekanan dari dalam ruangan.
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan konsentrasi gas hanya ditemukan di area dapur.
"Kalau dari segi gasnya, di bagian lain kita tidak menemukan, hanya di dapur itu kita menemukan," ujar Roy.
Petugas juga mendapati terminal gas untuk memasak berada di lokasi yang mengalami kerusakan paling parah. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan gas detector, ditemukan konsentrasi gas yang sudah berada pada tingkat yang berpotensi memicu ledakan.
"Di sana dengan gas detector, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar paling tidak 10 persen LEL. Jadi, dalam konsentrasi itu seharusnya gas bisa terdetonasi," jelasnya.
Selain itu, pola kerusakan bangunan juga menguatkan dugaan bahwa ledakan berasal dari dalam rumah, bukan akibat faktor eksternal.
"Hasil yang sudah kita temukan bahwa kerusakan yang terjadi itu ciri khas menunjukkan bahwa tekanannya semua dari dalam rumah," tegas Roy.
Menurutnya, ledakan dapat terjadi ketika gas terkumpul dalam ruangan tertutup dan kemudian bertemu dengan sumber api atau percikan listrik sebagai pemantik.
"Kalau sudah ada gas di suatu ruangan tertutup, lalu ada pemantik, maka bisa langsung terjadi ledakan," katanya.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya berhasil selamat. Hingga kini, penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Polisi menegaskan penyelidikan akan terus berlanjut guna memastikan apakah ledakan murni dipicu kebocoran gas atau terdapat faktor lain yang turut berperan dalam insiden maut tersebut.**
