Jakarta, MI– Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengecam keras dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak yang diduga melibatkan pasangan suami istri, salah satunya berstatus aparatur sipil negara (ASN) guru di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Doli meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya apabila dugaan tersebut terbukti.
Kasus ini mencuat setelah video penggerudukan rumah pasangan tersebut oleh warga viral di media sosial. Warga meluapkan kemarahan setelah muncul dugaan seorang anak laki-laki yatim piatu yang masih duduk di bangku kelas V SD menjadi korban pelecehan seksual.
Doli menyebut dugaan kejahatan terhadap anak itu sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
"Itu perbuatan biadab, tidak ada rasa kemanusiaan, suami istri harus dihukum seberat-beratnya," tegas Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Kamis (23/7/2026).
Politikus Partai Golkar itu mendesak kepolisian segera menahan para terduga pelaku sekaligus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.
"Saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menahan dan menyelidiki segera untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam praktik kejahatan itu," ujarnya.
Selain proses hukum, Doli meminta pemerintah daerah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), dan instansi terkait segera memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta advokasi kepada korban dan keluarganya.
"Saya meminta kepada Pemerintah Daerah, KPAID, dan instansi terkait lainnya untuk segera mengadvokasi anak-anak dan keluarga korban agar segera dievakuasi dan ditangani dengan baik," katanya.
Doli juga menduga kasus tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri. Karena itu, ia meminta aparat menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor.
"Saya menduga perilaku itu pasti sudah berjalan cukup lama. Jika ada orang tua yang mengetahui anaknya pernah menjadi korban, segera laporkan kepada pihak berwajib atau pihak sekolah," tegasnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan puluhan warga menggeruduk rumah seorang ASN guru perempuan di Tanjungbalai viral di media sosial. Dalam video tersebut, ASN perempuan bersama suaminya dibawa keluar rumah oleh warga yang menuntut pertanggungjawaban atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menangani kasus tersebut dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.**
