BREAKINGNEWS

Kesal Babi Masuk Kebun, Petani di Tapsel Tembak Tetangga Dua Kali hingga Tewas

Kesal Babi Masuk Kebun, Petani di Tapsel Tembak Tetangga Dua Kali hingga Tewas
Mayat ilustrasi

Tapanuli Selatan, MI – Persoalan ternak babi berujung maut di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Seorang petani berinisial IG (39) diduga menembak tetangganya, AG, hingga tewas hanya karena persoalan babi milik korban yang kerap masuk ke kebunnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel, Sabtu (11/7/2026). Perselisihan antara kedua tetangga tersebut memuncak setelah korban mendatangi IG untuk mempertanyakan kematian ternaknya.

Kasi Humas Polres Tapanuli Selatan Iptu Agam Parlindungan mengatakan, sebelum penembakan terjadi, korban berpapasan dengan IG di depan warung milik Ama Wisi Giawa.

“Ketika berpapasan, korban disebut menyenggol bahu kiri IG sembari menanyakan persoalan ternak babinya yang mati,” kata Agam, Sabtu (8/8/2026).

Pembicaraan mengenai babi yang diduga mati ditembak di area perkebunan IG kemudian berubah menjadi pertengkaran. Situasi semakin panas setelah korban diduga mengeluarkan pisau dan mengancam pelaku.

“Sambil mencabut sebilah pisau dari pinggangnya, korban sempat melontarkan ancaman, ‘Sudah kau bunuh babiku, kubunuh kau nanti!’” ujar Agam.

IG kemudian mundur sambil mengarahkan senapan angin yang dibawanya ke arah korban. Dari jarak sekitar dua meter, tembakan dilepaskan dan mengenai dada AG.

Korban yang terluka masih berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sebuah rumah warga yang pintunya terbuka. Namun, pelaku diduga tidak berhenti.

IG mengejar korban, kembali mengisi peluru senapan anginnya, lalu melepaskan tembakan kedua. Kali ini, peluru mengenai bagian punggung korban.

“Dua kali ditembak, korban sudah tergeletak kesakitan,” kata Agam.

Setelah menembak dua kali, IG melarikan diri dari lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi istri korban, Yunima Zebua.

Yunima tiba di lokasi dan mendapati suaminya tergeletak bersimbah darah di kandang babi yang berada di belakang rumah Ama Wisi. Dalam kondisi kritis, korban sempat diberi minum oleh istrinya.

Namun, nyawa AG tidak tertolong.

“Istri korban sempat memberi air minum sebelum akhirnya meninggal dunia,” kata Wakapolres Tapanuli Selatan.

Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik antarwarga yang bermula dari persoalan ternak dapat berubah menjadi tindak kekerasan mematikan ketika senjata digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kesal Babi Masuk Kebun, Petani di Tapsel Tembak Tetangga Dua Kali hingga Tewas | Monitor Indonesia