BREAKINGNEWS

Komunitas Punk Tangsel Disiapkan Jadi Pahlawan Edukasi Sampah

Komunitas Punk Tangsel Disiapkan Jadi Pahlawan Edukasi Sampah
Workshop School of Waste Influencers menjadi langkah awal transformasi komunitas punk Tangsel melalui edukasi lingkungan (Foto: Istimewa)

Tangerang Selatan, MI - Komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan mulai didorong mengubah stigma menjadi kekuatan untuk mengedukasi masyarakat soal sampah.

Upaya itu dimulai melalui Workshop School of Waste Influencers yang digelar tim kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (UNPAM) di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2026 dengan gagasan mengubah stigma negatif komunitas punk menjadi “Pahlawan Edukasi Sampah Tangerang Selatan” melalui teknologi digital dan ekonomi kreatif.

Program tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam workshop, peserta dibekali kemampuan public speaking dan literasi lingkungan. Mereka juga dilatih membuat konten digital untuk menyuarakan kampanye anti-sampah di tengah persoalan sampah yang terjadi di Tangerang Selatan.

Bukan hanya bicara, peserta juga diajarkan produksi Eco-Merchandise yang membawa pesan kritik sosial-ekologi.

Ketua Tim PKM sekaligus pakar komunikasi, Dr. Ade Irfan Abdurahman, S.Kom.I., M.Si., menyebut program tersebut sebagai bentuk Rekayasa Sosial (Social Engineering).

"Melalui program ini, Kami membekali rekan rekan Punk dan Jalanan anggota Komunitas Tasawuf Underground agar memiliki kepercayaan diri saat melakukan orasi di ruang publik atau membuat konten kreatif di media sosial melalui aplikasi Punk-Paign yang akan kami kembangkan," ujar Ade Irfan.
 
Pembina Tasawuf Underground, Ust. Halim Ambiya, menilai pendekatan tersebut penting karena komunitas punk tidak harus kehilangan identitas untuk melakukan perubahan.

“Tasawuf Underground adalah ruang transformatif di mana komunitas punk dibimbing melakukan perbaikan diri atau hijrah tanpa harus kehilangan identitas subkultur mereka,” kata Halim.

Menurutnya, workshop tersebut menjadi cara untuk mengarahkan energi perlawanan komunitas punk ke hal yang lebih produktif. Salah satunya dengan menjadikan mereka agen perubahan yang ikut membantu pemerintah menghadapi persoalan sampah melalui ekonomi kreatif.

Workshop juga memperkenalkan inisiasi aplikasi Punk-Paign, platform yang menggabungkan elemen tantangan peduli sampah (campaign) dengan toko daring untuk memasarkan karya kreatif komunitas. 

Kolaborasi UNIS dan UNPAM diharapkan bisa membuka peluang kerja baru sekaligus perlahan mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada komunitas punk dan jalanan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Komunitas Punk Tangsel Disiapkan Jadi Pahlawan Edukasi Sampah | Monitor Indonesia