HUT ke-80 Sri Sultan HB X Dirayakan Meriah: Kirab Budaya hingga 80 Angkringan Gratis
-di-kawasan-jalan-malioboro,-kamis-(2/4/2026).-berbagai-pertunjukan-seni-budaya-ditampilkan-dan-dipadati-penonton,-baik-masyarakat-kota-yogyakarta-maupun-wisatawan-dari-luar-daerah.-(foto:-dok-mi/gatot-eko-cahyono).webp)
Yogyakarta, MI — Kamis (2/4/2026) menjadi hari istimewa bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan peringatan hari ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X. Berbagai rangkaian acara digelar meriah, mulai pagi hingga malam hari, melibatkan masyarakat dari berbagai elemen.
Perayaan diawali sejak pukul 07.00 WIB dengan kirab budaya yang diikuti pamong perangkat desa dari 438 kelurahan di DIY. Para peserta mengenakan pakaian adat dan berjalan beriringan membawa “gunungan” berisi hasil bumi sebagai simbol kemakmuran masyarakat. Kirab dimulai dari kawasan Gedung Agung, melintasi Titik Nol Kilometer, dan berakhir di Pagelaran Keraton Yogyakarta.
Memasuki sore hingga malam hari, suasana semakin semarak dengan digelarnya pesta rakyat. Beragam pentas seni budaya disuguhkan untuk menghibur masyarakat. Sebanyak 80 angkringan disediakan secara gratis, memungkinkan warga dan wisatawan menikmati berbagai kuliner khas Yogyakarta sambil menyaksikan pertunjukan.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara. Dua titik panggung utama menjadi pusat perhatian, yakni di depan Gedung Agung di kawasan Jalan Malioboro dan di depan Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan. Kedua lokasi tersebut dipadati pengunjung yang menikmati hiburan sekaligus santapan gratis dari angkringan.
Selain hiburan, perayaan ini juga diwarnai doa dan harapan dari masyarakat untuk kesehatan dan kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam memimpin Kasultanan Yogyakarta.
Wartawan Monitorindonesia.com, Gatot Eko Cahyono, yang berada di lokasi, melaporkan langsung jalannya perayaan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Topik:
