Oknum Polisi Pasok Senjata Api ke KKB Papua, Pimpinan DPR Minta Ditindak Tegas

  • Whatsapp
Oknum Polisi Pasok Senjata Api ke KKB Papua, Pimpinan DPR Minta Ditindak Tegas
Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin. [ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Institusi Polri kembali tercoreng akibat ulah oknum polisi yang melakukan pelanggaran disiplin. Masih hangat kasus narkoba yang menyeret Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini muncul lagi dua oknum anggota dari Polresta Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease yang ditangkap karena diduga menjual senjata api beserta amunisi ilegal kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Menanggapi kondisi itu, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, mengecam keras tindakan dua anggota Polri tersebut. Di saat ini pemerintah Indonesia tengah berupaya menyelesaikan berbagai persoalan di Papua tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab malah menderainya.

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai dugaan tindakan menjual senjata api dan amunisi tersebut memperkeruh suasana keamanan serta ketertiban di Bumi Cenderawasih,” kata Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Dia meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri dapat mengungkap siapa pemasok utama senjata dan amunisi yang dijual kepada KKB tersebut.

Hal itu, menurut politisi Partai Golkar ini, karena penjualan senjata kepada pihak KKB sudah dilakukan sekian lama dan terorganisir adalah tindakan pelanggaran hukum yang tidak dapat dibenarkan.

“Kami minta agar kasus ini di usut tuntas serta mengungkap semua pihak-pihak yang terlibat, tanpa terkecuali. Ini adalah masalah keamanan negara, dan jika terbukti maka dua anggota Polri tersebut harus dipecat dan dipidanakan,” ujar Aziz yang menjadi calon terkuat memimpin organisasi sayap partai Golkar Kosgoro 1957.

Dia juga meminta Polri dapat memberikan sanksi tegas terhadap dua personel yang diduga menjual senjata api dan amunisi tersebut.
Langkah itu, menurut Aziz, agar dapat memberikan efek jera serta pembelajaran bagi aparat Kepolisian lainnya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat mengatakan dua oknum anggota dari Polresta Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease ditangkap karena diduga menjual senjata api beserta amunisi ilegal kepada KKB di Papua.

“Mulanya Polres Bintuni, Papua Barat, menangkap warga yang membelinya beserta barang bukti berupa senjata api. Lalu (kasus) dikembangkan dan ditangkap (oknum anggota Polri),” ungkap Roem.[man]

Pos terkait