Generasi Emas Belgia Yang Gagal Bawa Pulang 'Emas'

Monitorindonesia.com - Saat ini Tim Nasional Belgia sedang dihuni oleh pemain-pemain top dunia, banyak pemain The Red Devils yang bermain di klub-klub top Eropa.
Sehingga di gelaran EURO 2020 ini, Belgia masuk sebagai salah satu tim kandidat juara. Namun apa dikata, pemain-pemain yang disebut 'generasi emas Belgia' ini gagal membawa pulang 'emas'.
Generasi Emas Pertama
Bagi Timnas Belgia sendiri sejatinya ini bukanlah 'generasi emas Belgia' pertama mereka. Di dekade '70an & '80an, The Red Devils juga memiliki banyak pemain bintang, sebut saja seperti :
Jean-Marie Pfaff (Bayern Munchen)
Michel Preud'homme (Standard Liege)
Eric Gerets (Standard Liege, AC Milan)
Jan Ceulemans (Club Brugge)
René Vandereycken (Anderlecht)
Franky Van der Elst (Club Brugge)
Enzo Scifo (Anderlecht, Inter Milan)
Luc Nilis (Anderlecht)
[caption id="attachment_368522" align="aligncenter" width="599"] The Red Devils EURO 1980 [Foto-bbc.com][/caption]Dengan nama-nama pemain tersebut, The Red Devils melaju dengan baik, terhitung mereka selalu lolos ke putaran final Piala Dunia dalam rentang tahun 1982-2002, sebelum akhirnya mereka gagal melanjutkan tren tersebut di Piala Dunia 2006.
Namun prestasi terbaik generasi emas Belgia pertama tersebut juga tidak terlalu bersinar. Pencapaian mereka yakni, peringkat ke-3 EURO 1972 yang sampai saat ini merupakan catatan terbaik Belgia di ajang Eropa. Sementara di Piala Dunia, catatan terbaik mereka yakni peringkat ke-4 Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Hadirnya Michel Sablon
Pada awal 2000an, sepakbola Belgia mengalami penurunan kualitas. The Red Devils terakhir lolos ke putaran EURO di tahun 2000, di tiga edisi selanjutnya mereka selalu absen, sementara di ajang Piala Dunia mereka terakhir berpartisipasi pada tahun 2002, di dua edisi selanjutnya mereka gagal lolos.
Dengan kegagalan tersebut, federasi sepakbola Belgia melakukan perubahan, pada tahun 2006 mereka menunjuk Michel Sablon sebagai Direktur Teknik Asosiasi Sepakbola Belgia.
Disaat menjabat, dia melakukan perombakan besar di tubuh sepak bola Belgia yang akhirnya mereka rasakan hasilnya dari tahun 2014-sekarang.
[caption id="attachment_368523" align="aligncenter" width="613"] Michel Sablon [Foto-theguardian.com][/caption]Ada beberapa hal sentral yang Sablon lakukan untuk memperbaharui sepakbola Belgia, yakni :
Melakukan riset/penelitian kesejumlah fasilitas sepakbola negara-negara top Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis..
Mencari titik permasalahan dan menerapkan solusi jangka panjang.
Mengubah paradigma/pandangan Belgia akan sepakbola dengan mengenalkan pola atau gaya bermain baru.
Memadukan ambisi pribadi dan tujuan tim.
Peraturan terkait kelompok umur, dll.
Berkat sentuhan baru dari Michel Sablon tersebut, sepakbola Belgia kembali bangkit dengan menelurkan generasi emas Belgia selanjutnya.
Generasi Emas Belgia Terbaru
Dua tahun sejak Michel Sablon membawa perubahan di sepakbola Belgia, mereka langsung merasakan hasilnya, pemain-pemain muda mulai muncul, seperti
Vincent Kompany (22 tahun) Hamburg SV (Bundesliga) - Manchester city
Thomas Vermaelen (23) Ajax Amsterdam (Eredivisi) - Arsenal
Nicolas Lombaerts (23) Zenit (Russian Premier League)
Jan Vertonghen (21) Ajax Amsterdam (Eredivisi) - Tottenham
Steven Defour (20) Standard Liège (Jupiler League) - Burnley
Marouane Fellaini (21) Everton (Premier League) - Mancester United
Mousa Dembélé (21) AZ Alkmar (Eredivisi) - Tottenham
Kevin Mirallas (21) Saint-Etienne (Ligue 1) - Everton
Axel Witsel (19) Standard Liège (Jupiler League) - Dortmund
[caption id="attachment_368524" align="aligncenter" width="609"] Kompany, Vermaelen dan Vertonghen [Foto-JanVertonghen][/caption]Para pemain muda tersebut menjadi hasil panen pertama dari perubahan di Timnas Belgia, yang nantinya akan menjadi pemain andalan di ajang internasional.
Memasuki periode 2010an, pemain-pemain barupun mulai bermunculan lagi, seperti
Thibaut Courtois (19) Altletico Madrid (La Liga) - Chelsea - Real Madrid
Eden Hazard (20) Lille (Ligue 1) - Chelsea - Real Madrid
Kevin De Bruyne (20) Genk (Jupiler League) - Chelsea - Manchester City
Romelu Lukaku (18) Anderlecht (Jupiler League) - Manchester United - Inter Milan
Radja Nainggolan (23) Cagliari (Serie A) - AS Roma - Inter Milan
Thomas Meunier (20) Club Brugge (Jupiler League) - PSG - Dortmund
Toby Alderweireld (22) Ajax Amsterdam (Eredivisi) - Altletico Madrid - Tottenham
Simon Mignolet (23) Sunderland (Premier League) - Liverpool - Club Brugge
Christian Benteke (21) Standard Liege (Jupiler League) - Liverpool - Crystal Palace
Dries Mertens (24) PSV Eindhoven (Eredivisi) - Napoli
Dan pemain lainnya
Para pemain inilah yang saat ini menjadi tulang punggung Timnas Belgia, yang akhirnya membawa mereka kembali ke papan atas peresepakbolaan Eropa dan dunia.
Masih Gagal Mendapat 'Emas'
Dengan banyaknya pemain bertabur bintang di skuad The Red Devils, permainan mereka pun berangsur-angsur kembali ke performa terbaik, harapan kembali muncul bagi publik Belgia melihat para pemain mereka mempersembahkan gelar bagi negaranya.
Namun apa daya, hingga saat ini generasi emas Belgia belum mendapatkan 'emas' tersebut.
Piala Dunia 2014
Panggung pertama generasi emas Belgia dikancah internasional adalah Piala Dunia 2014 di Brasil, dimana terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia 2002.
Berhasil lolos dari babak kualifikasi sebagai juara Grup A, Belgia tergabung di grup H bersama Aljazair, Rusia dan Korea Selatan. Tanpa hambatan berarti, Fellaini dkk melaju dengan poin sepmpurna sebagai juara grup.
Harapan pun semakin meninggi seiring dengan kemenangan mereka atas Amerika Serikat di babak 16 besar, melaju ke babak 8 besar, Belgia bertemu dengan tim kuat Argentina yang mengirim mereka pulang lebih cepat dari Piala Dunia 2014.
[caption id="attachment_368526" align="aligncenter" width="623"] Pemain Belgia [Foto-twitter.com/BelRedDevils][/caption]EURO 2016
Setelah kegagalan di Piala Dunia 2014, Belgia menantap EURO 2016 dengan harapan tinggi, para pemain generasi emas diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan di edisi kali ini setela terakhir kali tampil pada tahun 2000.
Belgia tergabung di grup E bersama Italia, Rep. Irlandia dan Swedia. Mereka lolos mendampingi Italia sebagai runner up grup. Di babak 16 besar mereka menang telak 4-0 atas Hungaria, membawa mereka ke perempat final menghadapi Wales.
Diatas kertas kualitas generasi emas Belgia lebih diunggulkan, namun para generasi emas harus tumbang 1-3 atas Wales. Mereka kembali gagal memepersembahkan emas.
Piala Dunia 2018
Gagal di dua turnamen besar sebelumnya, generasi emas Belgia datang ke Piala Dunia 2018 masih dengan pemain generasi emasnya. Lukaku dkk tergabung di Grup G bersama Inggris, Tunisia dan Panama, mereka berhasil meraih poin sempurna dan melaju ke babak 16 besar.
Menghadapi Jepang, The Red Devils berhasil menang 3-2 dan melangkah ke perempat final. Di tahap ini mereka harus menghadapi tim kuat Brasil, harapan publik semakin tinggi bagi Belgia setelah mereka mengalahkan Tim Samba dengan skor 2-1 dan melaju ke semifinal.
Di semifinal mereka menghadapi Les Blues Prancis yang nantinya menjadi juara. Lukaku dkk harus mengakui keunggulan 0-1 Prancis, dan gagal ke final. Di perebutan posisi ketiga, Belgia menghadapi Inggris dan berhasil menang 2-0.
Ini merupakan catatan terbaik mereka di ajang Piala Dunia, setelah sebelumnya di edisi 1986 mereka menduduki posisi keempat. Namun meskipun demikian, generasi emas Belgia tetap gagal meraih 'emas'.
[caption id="attachment_368529" align="aligncenter" width="637"] The Red Devils di EURO 2020 [Foto-twitter.com/BelRedDevils][/caption]EURO 2020
Harapan terbesar bagi Belgia muncul di gelaran EURO 2020 ini, bermodal rangking 1 FIFA, The Red Devils melaju dengan meyakinkan. Di babak grup mereka tergabung bersama Denmark, Finlandia dan Rusia. Tanpa bersusah payah, Lukaku dkk melaju dengan poin sempurna.
Di babak 16 besar, The Red Devils menang 1-0 atas juara bertahan Portugal, membuat mereka semakin percaya diri menatap gelar juara. Namun apa daya, mereka kembali harus menerima kecewa setelah takluk 1-2 dari Italia di babak perempat final. The Red Devils kembali gagal.
Piala Dunia 2022
Gelaran ini mungkin akan menjadi penampilan terakhir para pemain generasi emas Belgia, mengingat umur beberapa pemain sudah ada yang memasuki usia 30 tahun. Lalu, akankah para generasi emas ini berhasil mempersembahkan 'emas' sebelum masa keemasan mereka berakhir ? Kita nantikan di Piala Dunia 2022 Qatar. [Surya F.J]
Monitorindonesia.com
Baca juga : "Golden Generation" Gagal Timnas Inggris
Topik:
