Iran Dikabarkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Jakarta, MI - Tim Nasional Iran dikabarkan mempertimbangkan untuk tidak tampil di ajang FIFA World Cup 2026 setelah mendapat serangan dari Amerika Serikat.
Mengutip laporan ESPN, seorang pejabat senior dari Islamic Republic of Iran Football Federation (FFIRI) menyebut peluang Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen kini sangat kecil untuk tim non-tuan rumah pertama yang lolos ke Piala Dunia FIFA tahun ini.
“Yang pasti adalah setelah serangan ini, kami tidak dapat diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujar pejabat FFIRI Mehdi Taj, yang juga menjabat sebagai wakil presiden Asian Football Confederation.
Respons FIFA terhadap situasi tersebut adalah dengan menyatakan akan terus memantau perkembangan yang terjadi. Sumber ESPN menyebutkan ada keyakinan situasi akan mereda sebelum Piala Dunia FIFA 2026 dimulai, ketika Meksiko menghadapi Afrika Selatan di Mexico City pada 11 Juni.
Meski konflik di kawasan Teluk Persia masih berlanjut, Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan perkembangan positif pada Rabu, dengan mengatakan setelah pertemuan dengan Presiden Donald Trump bahwa Iran akan “disambut” di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, tempat mereka dijadwalkan memainkan dua pertandingan di Los Angeles dan satu di Seattle.
“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” tutur Infantino.
Namun pernyataan berbeda datang dari Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. Tak lama setelah komentar Infantino, ia menegaskan bahwa tim nasional tidak akan ikut serta di Piala Dunia.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia,” kata Donyamali.
Apakah hal ini berarti Iran dipastikan mundur? Belum tentu. Situasi masih berkembang dengan sangat cepat. Mengingat FFIRI berada di bawah kendali pemerintah Iran, keputusan apakah Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia pada akhirnya akan ditentukan oleh tokoh-tokoh politik di negara tersebut.
Trump memperkirakan konflik akan berlangsung antara empat hingga enam minggu. Jika hasil konflik tersebut mengarah pada perubahan pemerintahan di Iran, hal itu akan berdampak pada tim sepak bola dan para pejabat yang memimpin federasi.
Meski demikian, masih terlalu dini untuk memprediksi bagaimana situasi akan berkembang dalam beberapa minggu ke depan. Kerangka waktu itu memberi ruang bagi FIFA untuk menunda keputusan hingga FIFA Congress 2026 Vancouver pada 30 April.
Sejumlah sumber menyebut FIFA masih terus memantau situasi dan belum perlu mengambil keputusan terkait Iran untuk saat ini. Namun jika konflik masih berlangsung saat Kongres FIFA digelar, federasi sepak bola dunia itu kemungkinan harus menyiapkan rencana darurat, termasuk skenario jika Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia dan siapa yang akan menjadi penggantinya.
Topik:
