New Jersey, MI — Kylian Mbappe tidak hanya membawa Prancis meraih kemenangan pada laga perdana Piala Dunia 2026. Sang kapten juga menorehkan sejarah baru yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Prancis.
Dua gol Mbappe mengantar Les Bleus menaklukkan Senegal dengan skor 3-1 pada pertandingan pembuka Grup I di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya rekor baru pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis.
Dengan tambahan dua gol tersebut, Mbappe kini mengoleksi 58 gol dari 99 penampilan internasional dan resmi melampaui catatan Olivier Giroud yang selama ini bertengger di puncak daftar top skor Les Bleus dengan 57 gol.
Namun jalan menuju kemenangan tidak semulus yang diperkirakan banyak pihak.
Senegal justru tampil berani dan beberapa kali membuat Prancis berada di bawah tekanan. Sadio Mane dan Nicolas Jackson memimpin serangan yang nyaris membuat wakil Afrika itu unggul lebih dulu.
Pada babak pertama, Senegal bahkan terlihat lebih berbahaya. Nicolas Jackson sempat membuat publik Prancis menahan napas ketika tembakannya menghantam tiang gawang Mike Maignan. Sementara Ismaila Sarr dan Mane terus memaksa lini belakang Prancis bekerja keras.
Les Bleus terlihat kesulitan menemukan celah. Mbappe beberapa kali terisolasi dan minim ruang untuk bergerak. Skor 0-0 hingga turun minum menjadi bukti bahwa Senegal bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Namun tim besar selalu memiliki cara untuk menang.
Saat Senegal mulai kehilangan energi memasuki babak kedua, Prancis perlahan mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-66.
Michael Olise mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Mbappe dengan ketenangan khas seorang superstar. Satu sentuhan, satu tembakan, satu gol. Skor berubah menjadi 1-0 dan momentum pertandingan langsung berbalik ke kubu Prancis.
Gol tersebut seperti mematahkan perlawanan Senegal.
Tim asuhan Didier Deschamps semakin percaya diri menguasai pertandingan. Senegal sempat membalas lewat Nicolas Jackson, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena offside.
Pukulan berikutnya datang pada menit ke-82. Bradley Barcola yang baru masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan. Dengan penyelesaian cerdik, pemain muda itu memperdaya Eduard Mendy dan membawa Prancis menjauh 2-0.
Saat laga memasuki detik-detik akhir, Senegal sempat membangkitkan harapan lewat gol Ibrahim Mbaye pada menit ke-90+5. Skor berubah menjadi 2-1 dan publik mulai membayangkan drama besar di penghujung pertandingan.
Namun harapan itu hanya bertahan sekitar satu menit.
Mbappe kembali muncul sebagai pembunuh pertandingan. Memanfaatkan ruang terbuka di lini belakang Senegal, bintang Real Madrid tersebut melesakkan gol keduanya pada menit ke-90+6 sekaligus mengubur peluang kebangkitan lawan.
Gol itu menjadi penutup sempurna malam bersejarah Mbappe.
Ia tidak hanya membawa Prancis meraih tiga poin penting, tetapi juga menyalip rekor Olivier Giroud dan mengirim pesan keras kepada seluruh kontestan Piala Dunia 2026 bahwa Les Bleus masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk merebut trofi juara dunia.
Prancis kini memimpin klasemen sementara Grup I dengan tiga poin. Sementara Senegal harus segera bangkit jika tidak ingin langkah mereka terhenti lebih cepat di turnamen terbesar dunia tersebut.
Di New Jersey, Prancis memang menang 3-1. Namun yang akan paling lama dikenang adalah malam ketika Kylian Mbappe mengambil alih takhta yang selama ini menjadi milik Olivier Giroud dan menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Prancis.

