Tangerang Selatan, MI– Turnamen bulu tangkis usia muda paling bergengsi di Indonesia, Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026, resmi dimulai pada Selasa (7/7/2026). Ajang yang berlangsung hingga 12 Juli di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, ini menjadi panggung bagi ratusan atlet muda dari berbagai negara untuk membuktikan kualitas sekaligus memburu poin peringkat dunia.
Sebanyak 981 pebulutangkis dari 17 negara ambil bagian dalam kejuaraan internasional yang telah menjadi bagian penting dari pembinaan atlet muda Indonesia selama lebih dari satu dekade. Total hadiah senilai 25 ribu dolar Amerika Serikat diperebutkan dalam 14 nomor pertandingan yang terbagi pada kelompok usia U-15, U-17, dan U-19.
Ketua Harian PB Jaya Raya sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Rosiana Tendea, menegaskan turnamen ini merupakan komitmen jangka panjang PB Jaya Raya dalam mencetak generasi penerus bulu tangkis Indonesia.
"Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung regenerasi bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini memberi kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding internasional, mengukur kemampuan mereka melawan pemain dari berbagai negara, sekaligus membangun mental juara sejak usia dini," ujar Rosiana.
Selain menjadi ajang pembinaan, kejuaraan ini juga membuka peluang bagi atlet Indonesia mengumpulkan poin peringkat dunia tanpa harus bertanding ke luar negeri. Rosiana berharap turnamen tersebut terus melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing di level internasional.
"Kami berharap ajang ini dapat terus menjadi tempat lahirnya calon-calon pemain dunia. Banyak atlet yang pernah bertanding di sini kemudian berkembang menjadi pemain nasional dan berprestasi di level internasional," katanya.
Hari pertama pertandingan langsung menghadirkan penampilan impresif dari sejumlah wakil Indonesia. Pada nomor tunggal putra U-15, Revie Israel Lumoindong tampil dominan dengan menaklukkan wakil Singapura Jun Yang Ong dua gim langsung, 21-5 dan 21-5 hanya dalam waktu 21 menit.
"Saya masih beradaptasi dengan lapangan, tapi lumayan bisa mengurangi kesalahan sendiri. Lawan cukup bagus, tapi saya coba menekan lebih awal. Targetnya bisa main bagus saja karena masih banyak pemain yang lebih kuat," ujar Revie.
Kejutan juga tercipta di nomor tunggal putri U-17. Pebulutangkis tuan rumah Zamraliani Arifianto sukses menyingkirkan unggulan ketiga asal Ukraina, Yelyzaveta Gusarenko, dengan skor meyakinkan 21-9 dan 21-10.
"Tadi saya sempat tegang karena menghadapi pemain asing. Tapi saya berusaha bermain lebih sabar dan mengurangi kesalahan sendiri. Kemenangan ini membuat saya lebih percaya diri. Target saya bisa menembus final tahun ini," kata Zamraliani.
Sementara itu, unggulan kedua tunggal putra U-17, Alvin Jefferson Kusuma, juga memastikan langkah ke babak berikutnya usai mengalahkan wakil Malaysia Muhamad Qaliff dengan skor 21-11 dan 21-12.
"Lawan bermain bagus dan saya masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun target saya tahun ini jelas, ingin menjadi juara setelah musim lalu hanya sampai semifinal," ujar Alvin.
Sebanyak 220 pertandingan digelar pada hari pertama, mempertandingkan nomor tunggal dan ganda di seluruh kelompok usia. Menariknya, masyarakat dapat menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis, menjadikan turnamen ini sebagai kesempatan bagi pecinta bulu tangkis untuk melihat langsung calon-calon bintang masa depan Indonesia dan dunia.**
